Sidang Vonis Zainudin Hasan

Raibnya Fakta dalam Sidang Vonis Zainudin Hasan: Aliran Dana ke Nanang Ermanto Hingga DPRD

Raibnya Fakta dalam Sidang Vonis Zainudin Hasan: Aliran Dana ke Nanang Ermanto Hingga DPRD

Raibnya Fakta dalam Sidang Vonis Zainudin Hasan: Aliran Dana ke Nanang Ermanto Hingga DPRD
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto. Aliran fee ke DPRD dan Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto tidak disampaikan dalam sidang putusan terdakwa Zainudin Hasan. 

"Dan, itu sudah kami uraikan lengkap, bahwa uang-uang itu diberikan ke Nanang Ermanto dan kepada DPRD Lampung Selatan. Ada semua. Tapi di putusan saya tidak menemukan atau nanti di putusan lengkap ada. Kami juga belum tahu. Yang jelas, hakim tadi tidak membacakan," tambahnya.

Dalam persidangan, anggota majelis hakim Mansyur Bustami membacakan unsur yang menguatkan bahwa terdakwa telah menerima gratifikasi.

Adapun unsur gratifikasi tersebut adalah penerimaan uang dari mantan anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho dan Kadis Pendidikan Lampung Selatan Thomas Americo.

"Disepakati di Pulau Tegal Mas lahan seluas 1 hektare yang kemudian dibayarkan oleh Agus BN dan Thomas Americo. Uang yang digunakan adalah uang yang diterima oleh Agus BN dari fee pemberian rekanan," ungkap Mansyur saat membacakan unsur putusan.

"Kemudian uang yang dibayarkan Thomas Americo murni uang dari kantong Thomas. Sehingga majelis hakim berkesimpulan bahwa uang Rp 200 juta dari Thomas Americo (selaku) kepala dinas pendidikan merupakan gratifikasi yang diterima oleh terdakwa yang saat itu sebagai bupati," sebut Mansyur.

Di lain pihak, anggota majelis hakim Gustina Ariyani mengatakan bahwa dakwaan pertama, kedua, dan ketiga sudah terpenuhi unsurnya.

Pada unsur keempat yakni TPPU, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa menyamarkan penerimaan uang yang seolah-olah merupakan hasil sendiri dari badan usaha.

BREAKING NEWS - Di Pengadilan, Zainudin Hasan Bilang Kalau Nanang Ermanto Sering Telepon Minta Duit

BREAKING NEWS - Bantah Dapat Proyek Rp 10 Miliar, Nanang Ermanto Minta Duit untuk Beli 3 Ruko

"Dengan menempatkan atau mentransferkan dengan (menggunakan) rekening orang lain dan membelikannya dengan barang. Yakni dengan rekening Gatot Suseno, sehingga seolah-olah sebagai gaji komisaris," ucap Gustina.

"Kemudian secara bertahap uang tersebut dikirim ke Sudarman yang merupakan karyawan terdakwa. Kemudian memindahkan uang tersebut untuk pembelian beberapa mobil, membelanjakan tanah, properti, dan kapal. Sehingga majelis berpendapat unsur TPPU telah terpenuhi," tandas Gustina dalam pembacaan unsur dalam putusan.

Belum Ada Pengembangan

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved