Perawat Jumraini Obati Warga Tertusuk Paku Berujung Penjara, Wabup Lampung Utara Sampai Menangis
Perawat Jumraini Obati Warga Tertusuk Paku Berujung Penjara, Wakil Bupati Sampai Menangis.
Penulis: anung bayuardi | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Perawat Jumraini Obati Warga Tertusuk Paku Berujung Penjara, Wakil Bupati Sampai Menangis.
Seorang perawat yang mengobati warga tertusuk paku harus berurusan dengan hukum.
Perawat bernama Jumraini ditetapkan sebagai tersangka karena kasus dugaan malapraktik.
Ini terjadi setelah warga yang diobatinya meninggal dunia beberapa hari kemudian.
Warga tersebut datang ke Jumraini minta diobati karena kakinya tertusuk paku.
Jumraini mengobati warga tersebut.
Beberapa hari kemudian, warga tersebut dikabarkan meninggal dunia.
Pihak keluarga yang tak terima melaporkan Jumraini ke kepolisian.
Polisi menetapkan Jumraini sebagai tersangka.
Kini berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.
Pihak kejaksaan menahan Jumraini.
Ini mengundang protes dari teman seprofesi Jumraini.
Sekitar 3.500 perawat se-Lampung melakukan aksi solidaritas untuk Jumraini, Kamis, 3 Oktober 2019.
Peserta berkumpul di halaman parkir stadion sukung Kotabumi.
Mereka berasal dari 15 kabupaten/Kota di Lampung, yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Aksi solidaritas PPNI lantaran Jumraini masih memiliki anak yang masih balita, dan sedang hamil.