Tribun Lampung Barat

Dana Bantuan PKH Diduga Dipotong Oknum Pendamping, Warga Lapor ke DPRD dan Penegak Hukum

Enam Warga Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis, melaporkan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ke Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Barat.

Dana Bantuan PKH Diduga Dipotong Oknum Pendamping, Warga Lapor ke DPRD dan Penegak Hukum
Tribunlampung.co.id/Ade
Dana Bantuan PKH Diduga Dipotong Oknum Pendamping, Warga Lapor ke DPRD dan Penegak Hukum 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ade Irawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Enam Warga Pekon Luas Kecamatan Batu Ketulis, melaporkan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ke Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Selasa (29/10/2019).

Warga mengadukan dugaan pemotongan bantuan PKH yang mereka terima.

Dari keterangan salah satu warga pelapor Ikwin (mewakili sang istri sebagai penerima bantuan), seharusnya pihaknya mendapatkan bantuan dana PKH sebesar Rp1.520.850.

Namun kenyataannya keluarga Ikwin hanya menerima bantuan sebesar Rp1.050.000.

Anehnya lagi struk penarikan bantuan tertanggal 8 oktober 2018 bukan tahun 2019.

"Seharusnya Istri saya (Suneta) menerima bantuan 1.520.850. Artinya ada pemotongan yang dilakukan pendamping PKH yakni Ibu Mega Vabelia, saat pencairan hanya 1.050.000 tertanggal 8 oktober 2018 (tertera pada struk). Ketika di cek kembali tanggal 9 oktober 2019 saldo rekening tersisa 45.850," ungkap Ikwin.

Warga lainnya yang diduga menjadi korban pemotongan bantuan PKH Ruslan juga mengalami hal serupa.

Pada pencairan tahap pertama tahun 2019, Ruslan seharusnya mendapatkan haknya sebesar Rp1.650.000, namun yang diterima hanya Rp1.500.000.

Selain dua warga tersebut, ada empat warga lain yang melapor ke DPRD.

Halaman
1234
Penulis: Ade Irawan
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved