Sidang Kasus Dugaan Suap Lampura

Sebelum Jadi Kadis PUPR, Syahbudin Diminta Setor Pajak ke Bupati Nonaktif Agung

Sebelum menjabat sebagai Kadis PUPR Lampung Utara, Syahbudin dapat pesan untuk setor pajak ke Bupati Lampung Utara setiap proyek.

Sebelum Jadi Kadis PUPR, Syahbudin Diminta Setor Pajak ke Bupati Nonaktif Agung
Tribunlampung.co.id/Hanif
Sebelum Jadi Kadis PUPR, Syahbudin Diminta Setor Pajak ke Bupati Nonaktif Agung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebelum menjabat sebagai kepala dinas (Kadis) PUPR, Syahbudin dapat pesan untuk setor pajak ke Bupati Lampung Utara setiap proyek.

Hal ini terungkap saat Syahbudin mantan kepala Dinas PUPR Lampung Utara dalam persidangan fee proyek Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin 13 Januari 2020.

"Saya menjadi kepala dinas pada tanggal 25 Juli, sebelum dilantik saya dipertemukan Bupati Lampung Utara pada Februari 2014 oleh Taufik Hidayat (orang kepercayaan AIM) dan Dani Akbar Tandi Irian (Adik AIM)," kata Syahbudin.

Dalam pertemuan, Syahbudin mengatakan, ia diperkenalkan kepada Agung yang mana dibawa dari Lampung Tengah ke Lampung Utara.

"Saat itu saya belum serahkan berkas, saya minta waktu berpikir, dan saat itu ada pembicaraan dari Bupati, Taufik sama Dani, ya disampaikan sekedarnya ya masalah fee proyek, dan setelah jalan (jadi Kadis) ditindaklanjuti Taufik dan Dani," terang Syahbudin.

Syahbudin mengatakan fee yang dimaksudkan ini untuk kegiatan fisik dan non fisik.

BREAKING NEWS Jadi Saksi Sidang Kasus Dugaan Suap, Sri Widodo Tak Hadir karena Sakit

Istri Kadis PUPR Lampura Kerap Kirim Uang ke Istri Bupati Nonaktif: Pas Mau Lebaran, Disuruh Suami

Tertimpa Lemari, Tukul Korban Longsor di Kaliawi Luka 25 Jahitan

Ketakutan Diburu Polisi, Pelaku Curas dan Pemerkosaan Menyerahkan Diri Setelah Buron 4 Hari

"Dan yang disampaikan bawasanya yang dilakukan fee 20 persen yang mana pajak 15 persen (seteron bupati melalui Dani dan Taufik), 5 persen operasional bagi temen-temen dinas," katanya.

"Non fisik 30 persen, 20 persen pajak, 10 persen operasional," imbuhnya.

Syabudin mengaku seminggu setelah dari pertemuan tersebut ia sempat menolak, namun didesak untuk tetap menerima tawaran tersebut.

"Suruh jalani dulu, kemudian saya dilantik, dan saya lalu koordinasi dengan Taufik dan Dani, sya serahkan pekerjaan dan mereka yang atur," tandasnya.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved