Pembunuhan Makelar Sapi Lampung Timur
Sosok Mulyadi di Mata Tetangga, si Pendiam yang Habisi Nyawa 2 Makelar Sapi
Namun di balik diamnya tersebut, ternyata Mulyadi adalah seorang pembunuh yang keji.
Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Setelah Nursodik terkapar, Mulyadi menemui Sukirno yang sudah mual dan pusing.
Sukirno sempat menanyakan di mana posisi Nursodik.
"Oleh pelaku, korban Sukirno juga dibawa ke belakang rumah. Sama seperti Nursodik, Sukirno juga dihabisi dengan sebatang besi, dipukul di bagian badan dan kepala," katanya.
Motif Pembunuhan
Dalam reka ulang kasus pembunuhan makelar sapi, Mulyadi sudah meniatkan untuk meracun korbannya, Nursodik.
Mulyadi kesal karena korban tak membayar utang yang dititipkan oleh temannya.
"Karena waktu saya ke Lampung Timur (nagih utang), dia (Nursodik) tidak mau bayar. Saya kesal. Memang sudah niat saya buat meracun dia," kata Mulyadi.
Mulyadi lalu membeli racun babi hutan di sebuah warung di Lampung Timur.
Keesokan harinya, Mulyadi melaksanakan rencana pembunuhan itu.
"Saya pura-pura mau beli sapi. Tapi saya minta anterin (ke rumah pelaku)," ujar Mulyadi.
Keesokan harinya, Kamis (31/10/2019), transaksi jual beli sapi dilakukan.
Kedua korban mendatangi rumah Mulyadi di Bumiratu Nuban.
Korban dan pelaku menyepakati harga sapi yang akan dijual.
Namun, Mulyadi menetapkan harga sapi setelah memotong utang korban.
"Dia gak mau (pembayaran dipotong utang). Dia maunya supaya sapi dibayarkan penuh," ujar Mulyadi. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)