Tribun Bandar Lampung

Mantan Kepsek Menangis Dituntut 2 Tahun Penjara, Kasus Markup Anggaran Rehabilitasi Sekolah

Dituntut dua tahun penjara oleh JPU, mantan kepala SMAN 1 Mesuji meneteskan air mata. Kepala sekolah ini diketahui bernama Zam Zari (39).

Tribun Lampung/Hanif
Terdakwa Zam Zari, mantan Kepala SMAN 1 Mesuji mengusap air mata usai menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (5/3/2020). Mantan Kepsek Menangis Dituntut 2 Tahun Penjara, Kasus Markup Anggaran Rehabilitasi Sekolah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dituntut dua tahun penjara oleh JPU, mantan kepala SMAN 1 Mesuji meneteskan air mata.

Kepala sekolah ini diketahui bernama Zam Zari (39) warga Desa Adi Luhur, Panca Jaya, Mesuji.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (5/3), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bangkit Budi Satya mengatakan bahwa terdakwa tidak memenuhi juklak dalam rehabilitasi ruang kelas sehingga mengalami kerugian.

"Menyatakan terdakwa Zam Zari terbukti sebagaimana pada dakwaan subsider Pasal 3 dan Pasal 8 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ungkap Bangkit.

"Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama dua tahun dikurangi dalam tahanan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan," imbuh Bangkit.

Selain itu Bangkit juga meminta kepada majelis hakim agar memerintahkan terdakwa untuk mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 112 juta lebih.

Oknum Kepsek Wanita Digerebek Suaminya di Hotel, Selingkuhannya Ternyata Wakil Kepseknya

Pengawas Dinas Pendidikan dan Kepsek Setubuhi Anak Angkat, Foto Tanpa Busana Korban Beredar

Awalnya Cuma Bintik Merah di Tubuh, Kulit Rudi Melepuh Diduga Akibat Minum Obat dari Puskesmas

21 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Berhasil Diamankan Polres Lampura, dari Sopir hingga Mahasiswa

"Apabila tidak diganti maka digantikan dengan hukuman penjara selama 1 tahun," tandasnya.

Sementara itu Ketua Majelis Hakim Efiyanto memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk melakukan pembelaan secara tertulis.

"Anda punya hak untuk melakukan pembelaan secara tertulis. Satu minggu lagi atau hari Rabu tanggal 20 Maret 2020 diagendakan pembelaan," tandasnya.

Beberapa menit setelah sidang usai, Zam Zari tidak beranjak dari kursi persidangan, ia nampak menangis dan mengusap matanya yang berlinang air mata.

Halaman
12
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved