Tribun Lampung Tengah

Sedang ‘Panen’ Sawit di PT Umas Jaya, 2 Warga Lampung Utara Diciduk Satpam

Dua warga Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara mencuri buah sawit di areal perkebunan PT Umas Jaya, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah.

Dok Polsek Way Pengubuan
Barang bukti sawit dan mobil pikap yang diamankan di Mapolsek Way Pengubuan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY PENGUBUAN - Dua warga Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara mencuri buah sawit di areal perkebunan PT Umas Jaya, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah.

Keduanya diamankan pihak keamanan perusahaan dan diserahkan kepada Polsek Way Pengubuan.

Aksi pencurian itu terjadi pada Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Polsek Way Pengubuan Iptu Widodo Rahayu menerangkan, pelaku berinisial STD (28) dan KDR (41).

Dipergoki Sedang Curi 200 Kg Sawit, Pria asal Buay Bahuga Diringkus Polisi

Pencuri Sawit Perusahaan PT AKG Bahuga di Way Kanan Ditangkap Setelah Kepergok Karyawan

Dikira Boneka, Jenazah Bocah 12 Tahun Mengapung di Tumpukan Sampah Way Sekampung

BREAKING NEWS 5 Pemuda Tertangkap Basah Warga Hendak Dongkel Kios Rokok Dekat Underpass Unila

"Keduanya ketangkap tangan sedang memanen (mencabut) buah sawit di areal 115 PT Umas Jaya. Tim security perusahaan tersebut langsung melakukan penangkapan," ujar Iptu Widodo Rahayu, Jumat (20/3/2020).

Setelah itu, para pelaku diamankan ke pos keamanan PT Umas Jaya.

"Barang bukti yang diamankan berupa buah sawit seberat 1,7 kuintal yang sudah ditaruh di atas satu unit mobil pikap. Barang bukti masih kita amankan di Mapolsek Way Pengubuan," terang Widodo Rahayu.

Pelaku saat ini masih diamankan di Mapolsek Way Pengubuan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Selanjutnya pihak PT Umas Jaya membuat laporan polisi dengan nomor LP/ 30-B/ III/2020/Res LT/Sek Way Ubu, tanggal 17 Maret 2020.

STD dan KDR dijerat pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

STD dan KDR mengakui perbuatannya.

Keduanya masuk ke areal perkebunan sawit dengan menyisir kawasan pinggir perkebunan.

Dengan bermodal besi panjang, STD dan KDR kemudian “memanen” sawit.

Setelah terkumpul, sawit mereka pindahkan ke atas mobil pikap yang sudah mereka siapkan.

Rencananya, buah sawit itu dijual kepada seseorang di Lampung Utara. (tribunlampung.co.id/syamsir alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved