Tribun Bandar Lampung
Terekam CCTV, Pencuri Pecah Kaca Mobil di Bandar Lampung Gasak Uang Rp 70 Juta
Kali ini, dua pelaku berhasil menggondol uang Rp 70 juta di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Rabu (8/4/2020).
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Bandar Lampung.
Kali ini, dua pelaku berhasil menggondol uang Rp 70 juta di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Lampung Rabu (8/4/2020) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ini terekam kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diketahui berjumlah dua orang.
Seorang pelaku yang mengenakan kaus putih dan helm ojek online, memecahkan kaca sebuah mobil yang terparkir.
• Begal Pecah Kaca Gondol Uang Rp 320 Juta dalam Mobil, Pelaku Naik Motor Matik
• Komisioner KPU Disebut Dapat Jatah Proyek di PUPR Lampung Utara
• Reihana: PDP Meninggal Dunia di Lampung Ternyata Istri Pasien 13
• Cerita Petugas Puskesmas di Lampung Tengah Terpaksa Membuat Pakaian APD dari Bahan Seadanya
Hanya dalam hitungan detik, pelaku menggasak uang yang ada di dalam mobil.
Sementara pelaku lainnya menunggu rekannya di atas motor.
Korban bernama Suhaeli mengatakan, kejadian bermula saat ia mampir ke kios burung.
"Sebelumnya saya baru saja mengambil uang tunai di Bank BRI di Jalan Laksamana Malahayati," katanya.
Suhaeli mengaku baru mengambil uang Rp70 juta lalu dimasukkan kantong plastik.
Kantong berisi uang itu ia taruh di kursi depan sebelah kiri.
"Pas masuk kios, saya dengar suara kaca pecah. Saya langsung kejar. Tapi pelaku keburu kabur bawa motor," tandasnya.
Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budiyanto membenarkan peristiwa tersebut.
"Benar. Masih lidik," ujar Budi.
Budi memastikan pihaknya sedang mengejar kedua pelaku.
"Saat ini masih kami kejar," tandasnya.
Pecah kaca di Muaraenim
Aksi kejahatan pecah kaca sebelumnya terjadi di Muaraenim, Sumatera Selatan.
Uang Rp 320 juta dalam sebuah mobil raib digondol begal pecah kaca. Pelaku diduga sudah membuntuti korban sejak dari bank.
Dana desa itu dibawa oleh Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Kabupaten Muaraenim.
Peristiwa yang berlangsung cepat tersebut membuat heboh lantaran bandit beraksi di pinggir jalan.
Polisi menduga pelaku pencurian Dana Desa Gunung Megang Muaraenim lebih dari dua orang.
Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gunung Megang, AKP Feryanto saat dikonfirmasi,Jumat (29/11/2019) membenarkan kejadian itu.
"Kalau berdasarkan keterangan korban dan saksi, pelaku berjumlah dua orang, namun tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih dari dua orang,"
"Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengejar pelaku," katanya.
Dijelaskan Feryanto, diduga korban telah diintai dan diikuti oleh pelaku sejak keluar dari Bank Sumsel Babel, tempat korban mengambil dana desa tersebut.
• Pelaku Pecah Kaca Dapat Hadiah dari Polisi, Lihat Video Detik-detik Pelaku Bobol Mobil Agya
• Mahasiswa IPB di Banten Harus Naik Turun Bukit untuk Bisa Kuliah Online, Jadi Harapan Warga Kampung
• 10 Karung Ular Piton Tergeletak di Tengah Jalan Bikin Geger Warga Sampit
Diduga pelaku melakukan gembos ban mobil korban terlebih dahulu, dimana peristiwa tersebut bermula saat korban masuk ke bank Sumsel Babel Cabang Muaraenim untuk mengambil dana desa.
Mobilnya ia parkirkan di halaman Parkir Bank Muamalat yang bersebelahan dengan Bank Sumsel Babel Cabang Muaraenim.
Setelah mengambil dana desa, korban rencananya langsung pulang ke Gunung Megang.
Namun sesampai di jembatan enim I, korban merasakan bahwa ban mobil korban di bagian belakang kiri pecah.
Korban yang mengetahui bahwa ban mobil korban kempes kemudian berhenti dan mengganti ban mobilnya di depan terminal kota Muaraenim yang posisinya saat itu sedang ramai.
Diduga keramaian itu mengurungkan niat pelaku untuk mengeksekusinya di depan terminal.
Kemudian lanjutnya setelah mengganti ban mobilnya korban yang saat itu ditemani oleh Kasi Keuangan yang sekaligus merangkap bendahara, Fauko Rahmad tersebut melanjutkan perjalanan menuju Desa Gunung Megang.
Mereka kemudian setop di depan Toko Bangunan milik Riskon yang berlokasi di desa Gunung Megang Dalam.
"Tidak menutup kemungkinan, korban sudah diintai dan diikuti oleh pelaku, dan saat korban dan Bendahara desa stop dan keduanya turun karena mau membayar utang alias bon desa di toko bangunan tersebut," kata Kapolsek.
Sementara posisi uang masih di dalam mobil yang dalam keadaan terkunci.
Tiba-tiba dari arah mobil terdengar suara alarm berbunyi dan ternyata ada dua orang yang merusak kunci mobil yang diduga menggunakan kunci T sehingga menyebabkan alarm mobil berbunyi,
Dengan secepat kilat pelaku mengambil uang dan melarikan diri ke arah palembang dengan menggunakan sepeda motor matic.
Ia juga mengatakan terkait kasus tersebut saat ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi baik dari pihak pemerintah desa maupun saksi-saksi di lapangan.
Polisi telah mengamankan handphone kepala desa maupun bendahara desa yang saat itu bersama mengambil uang tersebut di BSB Muaraenim.
Kemudian ada juga barang bukti lainnya yakni paku yang di tertancap di ban mobil korban.
"Sebenarnya pak kadesnya juga sedang sakit, katanya kemarin rencananya setelah mengambil uang tersebut,
ia akan berangkat ke palembang karena akan menjalani operasi, dan kemungkinan sekarang pak kadesnya sudah berangkat ke Palembang," jelasnya.
Feryanto juga mengatakan cara pelaku beraksi, para pelaku sudah profesional.
"Pada saat kejadian menurut keterangan korban dan saksi pelaku yang satu menggunakan helm
sementara yang satunya tidak menggunakan helm namun menggunakan masker untuk menutupi wajahnya,
"Dan hingga kini kita masih mendalami apakah mereka benar-benar hanya berdua, atau ada komplotan,
dan dugaan kita juga kalau pelaku berasal dari luar kota Muaraenim,
tapi apapun itu kita akan terus lakukan pendalaman hingga para pelaku berhasil kita bekuk," tegasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)
• Biodata Glenn Fredly, Penyanyi Lagu Januari Meninggal Dunia
• Melanie Subono Tak Bisa Hadiri Pemakaman Glenn Fredly: Nggak Akan Kuat