Usai Mandikan Jenazah Pasien Corona di RS, Petugas Ditinggal Pergi Anak Istri karena Takut
Kisah pilu petugas jenazah RSUD Abdul Moeloek Lampung dijauhi hingga ditinggal istri dan anaknya karena takut tertular virus corona.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kisah pilu petugas jenazah RSUD Abdul Moeloek Lampung dijauhi hingga ditinggal istri dan anaknya ke rumah mertua karena takut tertular virus corona.
Apalagi, petugas jenazah di RSUD Abdul Moeloek memang pernah memandikan jenazah pasien positif corona.
Meski sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai standar, keluarga para petugas jenazah yang di rumah tetap merasa khawatir dan ketakutan.
Berikut penuturan dua petugas jenazah di RSUD Abdul Moeloek Lampung memandikan jenazah pasien corona hingga dijauhi anak istri demi keamanan dan kesehatan keluarganya.
• VIDEO Viral Pemuda Mengaku Dianiaya Polisi karena Berkumpul saat Pandemi Virus Corona
• Turis Asing di Bali Asyik Joget Saat Gelar Pesta Videonya Viral, Kapolres Angkat Bicara
• Ibu Rumah Tangga Terjangkit Virus Corona dari Uang Kembalian Tukang Sayur
• Cegah Warga ke Pasar Sayur saat Lockdown, Tangan Polisi Putus Dibacok
Menjadi petugas memandikan jenazah atau pemulasaran di sebuah rumah sakit merupakan tugas berat.
Terlebih jika jenazah yang dimandikan adalah pasien positif Corona atau pasien dalam pengawasan.
Namun tugas negara tersebut tetap diemban dengan penuh tanggungjawab.
Seperti apa kisah para pemulasaran ini di Lampung?
Salah satu petugas yang memandikan jenazah pasien positif Corona adalah Amri Tua.
• Kisah Tenaga Medis di Tengah Pandemi Corona, Diusir dari Indekos hingga Ditampar Satpam
• Kisah Dokter di Bandar Lampung Beri Konsultasi Gratis Corona, Catat Rekor hingga 200 Pesan
• 23 Rumah Terdampak Banjir di Griya Nuwo Maffan Kotabumi Selatan
• Kawanan Rampok Dihajar Massa Seusai Tembak Petani di Mesuji, 1 Pelaku Tewas dan 1 Kritis
Ia merupakan anggota tim forensik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).
Sudah 10 tahun, ia memandikan jenazah di RSUDAM.
Namun memandikan jenazah pasien corona, merupakan pengalaman pertamanya.
Namun tugas itu tetap ia emban dengan penuh tanggungjawab.
Amri menceritakan, pertama kali memandikan jenazah pasien positif Corona saat sedang piket.
Saat itu, ada satu pasien positif corona menghembuskan nafas terakhirnya.