Tribun Bandar Lampung
Warga Bandar Lampung Resah Aksi Curanmor Marak, Kapolresta: Cepat Lapor ke Polsek atau Polres
Warga kota Bandar Lampung resah lantaran aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Tapis Berseri makin marak sejak sepekan terakhir.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga kota Bandar Lampung resah lantaran aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Tapis Berseri makin marak sejak sepekan terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, para pelaku menyasar motor di parkiran toko swalayan.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku terbilang nekat.
Keadaan ramai tak menciutkan nyali pelaku.
Bahkan dalam satu hari mereka menyasar beberapa tempat berbeda.
• Gelar Razia, Polres Kota Metro Sita Ratusan Petasan Berbagai Jenis
• BREAKING NEWS Tak Terima Disuruh Lunasi Utang, Pemuda di Way Seputih Nekat Habisi Pemilik Warung
• Marak Tindak Kriminal Jelang Idul Fitri, Komisi I DPRD Lampung Akan Panggil Polda untuk Hearing
• Terdakwa Kasus Korupsi RSUD Pesawaran Taufiq Urrahman Menangis Dituntut 2 Tahun Penjara
Selain melengkapi diri dengan senjata tajam jenis pisau, salah satu pelaku yang terpantau kamera CCTV di salah satu swalayan mengacungkan senpi saat dipergoki petugas keamanan.
Hal ini semakin membuat warga Bandar Lampung merasa tak aman melakukan aktivitas di luar rumah.
Medianto (24) warga Telukbetung ini mengaku setiap hari mendengar kabar aksi curanmor.
Baik itu dari sosial media, maupun portal berita.
Dirinya juga takut karena pelaku tak segan-segan melukai korbannya.
"Sangat meresahkan, kadang kita sudah waspada pake kunci tambahan tapi mereka punya cara lain," ujar Medi, Senin (11/5/2020).
Menurutnya, situasi seperti saat ini di tengah pandemi Corona sehingga orang sulit mencari kerja.
Maka, kata Medi, segala cara bakal dilakukan termasuk mencuri.
Ia berharap pihak kepolisian dapat lebih tegas lagi dalam memberantas aksi kejahatan.
"Perbanyak patroli, jangan hanya menerima laporan baru bergerak," katanya.