Sidang Kasus Dugaan Suap Lampura

Selesai Hadir Sebagai Saksi, Wan Hendri Disidang Lagi Sebagai Terdakwa Kasus Suap Fee Proyek

Pengadilan Negeri Tanjungkarang selesai memeriksa Wan Hendri sebagai saksi untuk terdakwa Agung Ilmu Mangkunegara dan Raden Syahril alias Ami.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Kadis Perdagangan Lampung Utara Wan Hendri tertunduk saat menjalani sidang perdana sebagai terdakwa perkara suap proyek di PN Tanjungkarang, Senin (24/2/2020). Selesai Hadir Sebagai Saksi, Wan Hendri Disidang Lagi Sebagai Terdakwa Kasus Suap Fee Proyek. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengadilan Negeri Tanjungkarang selesai memeriksa Wan Hendri sebagai saksi untuk terdakwa Agung Ilmu Mangkunegara dan Raden Syahril alias Ami.

Setelahnya, Majelis Hakim kembali memeriksakan Wan Hendri, namun sebagai terdakwa dalam perkara suap fee proyek Lampung Utara, Kamis (14/5/2020).

Sebelum memulai persidangan Ketua Majelis Hakim Efiyanto menutup persidangan khusus terdakwa Agung Ilmu Mangkunegara dengan Raden Syahril.

"Kita tunda dulu sidang hingga Minggu depan dan kita lanjutkan dengan persidangan Wan Hendri," ungkapnya, Kamis 14 Mei 2020.

Adapun untuk sidang selanjutnya untuk terdakwa Agung Ilmu Mangkunegara dengan Raden Syahril, JPU akan memanggil dua saksi.

Salah satu saksinya yakni Syahbudin mantan Kadis PUPR Lampung Utara.

 Kadisdag Lampung Utara Wan Hendri Ngaku Masih Simpan Uang Fee Proyek

 Pemain Badak Lampung, Roni Rosadi Target Khatam Al-Quran Selama Ramadan 2020

 Bawaslu Bandar Lampung Minta KPU Maksimalkan Konsep Sosialisasi Online

 Pemuda Ditahan Polisi Atas Tuduhan Perbuatan Asusila, Keluarga Sebut Banyak Kejanggalan

Bupati Nonaktif Bantah

Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara bantah semua pernyataan Wan Hendri saat bersaksi.

Hal ini diungkapkan oleh Agung saat Majelis Hakim PN Tanjungkarang memberi kesempatan untuk menanggapi kesaksian Wan Hendri.

"Saya tidak pernah memerintahkan Raden Syahril dan meminta fee proyek 20 persen kepada Wan Hendri," tegas Agung, Kamis 14 Mei 2020.

Tak hanya itu, Agung juga menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan arahan agar Wan Hendri berkoordinasi dengan Desyadi.

"Karena Desyadi adalah BPKAD tidak bertugas masalah paket pekerjaan," seru Agung.

"Saya juga tidak pernah terima uang dari Desayadi, baik Rp 100 juta gak pernah apalagi Rp 340 juta," imbuh Agung.

Lanjut Agung, ia juga tidak pernah memerintahkan Ami untuk mengambil uang dari Wan Hendri.

"Dan saya kaget Ami membawa uang dari Wan Hendri ini terkait pas OTT, terakhir uang Rp 210 juta, Rp 10 juta uang pribadi saya dan Rp 200 juta dari Wan Hendri. Lalu tidak pernah saya perintahkan masalah APH diselesaikan dengan uang tapi tetap perbaiki sistem," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved