4 ABK Indonesia yang Lagi Berlayar Minta Tolong Via Medsos, Diduga Alami Penyiksaan di Kapal China
Judha mengatakan pihaknya juga telah menghubungi pihak agensi, PT RCA, yang tertera dalam unggahan itu. Tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Postingan beberapa anak buah kapal (ABK) WNI meminta pertolongan karena diduga mengalami penyiksaan di kapal China, viral di media sosial.
Unggahan dibagikan oleh akun Facebook Aguzz Jhe Ahmad pada Senin (24/8/2020).
Dalam unggahannya, terdapat satu video mengenai pengakuan para ABK yang dianiaya.
Berikut transkrip dari video tersebut:
"Kami disiksa, kami dipukul, ditendang, bahkan mau ditusuk. Dada kami dipukul, pak. perut kami ditendangi, pak.
Jam tidurnya 4-5 jam, jam kerjanya 20 jam lebih, kurang tidur, makan nggak tenang, pak.
Enggak kerja, enggak dikasih makan di sini, pak. Bahkan yang paling parah, kita gak akan digaji, pak.
kita udah 10 bulan di sini, enggak ada nyandar-nyandarnya. Kami finish 2021 bulan 11. tolonglah pak. Kalau nunggu sampai nyandar, kami nggak tahan, kami bisa mati di sini
Tiap hari kami selalu kena pukul, kami dianiaya di sini layaknya hewan, kami ini manusia bukan hewan pak, tolonglah pak sesama WNI saling membantu."

• Kecelakaan Kapal di Teluk Semaka Lampung, 23 ABK Lompat ke Laut
• Kisah 23 ABK Selamat dari Kapal Tenggelam di Teluk Semaka: Mustahil Selamat, Tapi Saling Menguatkan
• Keluarga ABK Lampung Tunggu Kedatangan Agus Setiawan di Branti Siang Ini
Selain itu, dalam unggahannya tersebut juga tertera sejumlah informasi terkait nama dan agensi kapal.
Nama kapal yakni LIAO YUAN YU 103.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapat banyak respons dari warganet, dengan rincian 4.000 lebih orang menyukai, 12.000 berkomentar dan 10.000 kali dibagikan.
Konfirmasi Kompas.com
Mencari tahu kebenaran informasi tersebut, Kompas.com menghubungi pengunggah video tersebut yang memiliki nama asli Muhammad Agus.
Saat dihubungi, Agus membenarkan bahwa dirinya sendiri yang mengunggah video tersebut.