Tribun Lampung Selatan

Hingga Oktober 2020 Ada 106 Kasus HIV/AIDS di Lampung Selatan, 6 Meninggal Dunia

Kasus HIV/AIDS di Lampung Selatan sudah menembus 106 kasus. Data tersebut dihimpun hingga Oktober 2020.

Tayang:
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Net
Ilustrasi. Hingga Oktober 2020 ada 106 kasus HIV/AIDS di Lampung Selatan. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Kasus HIV/AIDS di Lampung Selatan sudah menembus 106 kasus.

Data tersebut dihimpun hingga Oktober 2020.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Lampung Selatan B Didik Setiawan mengatakan, temuan kasus baru HIV/AIDS ini hampir ada di seluruh kecamatan.

“Kalau temuan kasusnya hampir di seluruh kecamatan ada. Hanya Kecamatan Merbau Mataram dan Tanjungsari di tahun 2020 ini belum ada temuan,” ujar Didik, mewakili Kadiskes Jimmy B Hutapea, Minggu (1/11/2020).

Didik menambahkan, ada enam penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia sepanjang 2020.

 “Ada 6 kasus kematian untuk penderita HIV selama tahun 2020 hingga Oktober ini,” kata dia.

Baca juga: Perilaku Seksual Menyimpang Sesama Jenis 9 Kali Lebih Berisiko Terjangkit Virus HIV

Baca juga: Tujuh Bulan Diskes Lamsel Jaring 118 Kasus Baru HIV/AIDS

Tetapi kasus kematian ini bukan karena HIV, melainkan infeksi oportunistik.

HIV, kata Didik, merupakan penyakit yang melemahkan imunitas manusia sehingga penyakit lainnya mudah menyerang, seperti tuberkulosis (TB paru), meningitis, diare, dan penyakit lainnya.

Lampung Selatan pun kini telah memiliki lima fasilitas kesehatan yang bisa melayani pemeriksaan dan pengobatan untuk HIV/AIDS.

Yakni di RSUD Bob Bazar, RS Natar Medika, PKM Tanjung Bintang, PKM Katibung, dan PKM Karang Anyar.

Faskes ini memiliki VCT (voluntary counseling and testing), dan CST (care support treatment) untuk pengobatan dan pemeriksaan.

Untuk PKM lainnya hanya bisa melakukan secreening awal.

Untuk pasien yang suspek HIV akan dirujuk ke 5 faskes yang bisa melayani pemeriksaan dan pengobatan.

Dinas Kesehatan terus melakukan pendeteksian, terutama kepada populasi atau komunitas yang memiliki kerawanan akan HIV serta pada ibu hamil.

“Penjaringan untuk kasus HIV ini tetap kita lakukan hingga akhir tahun nanti,” ujar Didik. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved