Kasus Corona di Lampung

Kasus Covid-19 Lampung Tembus 9.000, Dokter dan Perawat Banyak Terinfeksi Virus Corona

Kasus positif Covid-19 di Lampung semakin mengkhawatirkan. Hingga Minggu (24/1/2021), kasus Covid ini telah menembus angka 9.000 lebih.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Kasus positif Covid-19 di Lampung semakin mengkhawatirkan. Hingga Minggu (24/1/2021), kasus Covid ini telah menembus angka 9.000 lebih. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasus positif Covid-19 di Provinsi Lampung semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, pada Minggu (24/1/2021), kasus Covid ini telah menembus angka 9.000 lebih atau tepatnya 9.084.

Kasus Covid tersebut tembus 9.084 akibat penambahan pasien sebanyak 165 orang pada Minggu.

Sepanjang Januari ini, penambahan kasus Covid sebanyak 2.793 kasus.

Sah, Herman HN Kembali Larang Resepsi Pernikahan di Bandar Lampung

Sidang Sengketa Pilkada Bandar Lampung 2020 di MK Digelar Pekan Ini

Penambahan kasus harian Covid tertinggi terjadi pada 12 Januari 2021 sebanyak 190 pasien, lalu pada 20 Januari sebanyak 174 pasien, dan tertinggi ketiga pada Minggu (24/1/2021).

Di antara yang terpapar Covid itu adalah tiga orang dokter yang bertugas di RSUD Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara.

Ketiganya kini sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Saat ini 7 ruang isolasi yang kita miliki sudah penuh semua. Bahkan satu ruang di dekat IGD harus kita jadikan ruang isolasi untuk menampung pasien suspek Covid," jelas Pelaksana Tugas Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi, dr Syah Indra Husada Lubis, Minggu.

Saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan penambahan ruang isolasi, mengingat banyaknya penambahan kasus terkonfirmasi Covid.

Dokter Syah Indra menambahkan, meski ada tiga dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19, pelayanan rumah sakit masih berjalan.

Pria Paruh Baya yang Ditemukan Membusuk di Bandar Lampung Tinggal Sendirian

Wahyu Lesmono Pastikan Tim Formatur PAN Bandar Lampung Tidak Akan Bermanuver

Sebab, seluruh tenaga kesehatan yang ada telah di-screening dan hasilnya tidak ada yang terpapar Covid.

“Jadi masyarakat bisa tetap berobat ke RSUD Ryacudu Kotabumi. Tidak tutup,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang dokter dan seorang anggota kepolisian di Kabupaten Lampung Utara juga ‎terpapar virus Covid-19.

Keduanya merupakan bagian dari tujuh kasus positif Covid-19 pada Sabtu 23 Januari 2021.

Sampai kemarin, Lampung Utara, satu dari 8 daerah zona merah Covid. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung Utara, Sri Haryati mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, agar tetap meningkatkan 3 T (tracing, testing dan treatment).

Selain itu melakukan pemeriksaan dan menemukan kasus, untuk selanjutnya dilakukan penanganan sesuai dengan kasus-kasus yang ditemukan.

Ia juga meminta agar Satgas Covid melarang atau membatasi kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan, mendata kembali para pelaku perjalanan, khususnya dari zona merah atau dari daerah dengan transmisi lokal.

Juru Bicara Penanganan Covid Lampung dr Reihana yang juga Kepala Dinas Kesehatan Lampung meminta masyarakat tidak kendor melakukan protokol kesehatan. Apalagi saat ini sudah 8 daerah berzona merah Covid.

259 Perawat

Bukan cuma dokter saja yang banyak terpapar Covid. Menurut Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung Dedi Afrizal, ada 259 perawat di Provinsi Lampung yang terpapar Covid-19 sejak pandemi berlangsung hingga Januari 2021.

Dari jumlah itu, dua orang di antaranya meninggal dunia.

"Kita kehilangan 2 orang perawat. Mereka berasal dari Bandar Lampung dan Lampung Tengah. Kalau totalnya perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 259 orang," kata Dedi yang juga mantan ketua DPRD Lampung ini.

Dedi menjelaskan, sejak Maret hingga Desember 2020, terdapat 160 perawat yang terpapar Covid.

Sementara sepanjang Januari 2021 ini ada 99 perawat yang terinfeksi Covid.

"Perawat yang terinfeksi Covid ini tersebar di 12 kabupaten/kota. Paling banyak di Bandar Lampung 145 perawat. Hanya 3 daerah saja yang tidak ada kasus perawat terinfeksi Covid. Yakni di Lamtim, Pesbar dan Tanggamus," bebernya.

Dedi mengatakan, hingga tahun 2021 ini belum melihat tanda-tanda Covid akan berakhir.

Untuk itu, pihaknya beberapa waktu lalu telah melakukan rapat evaluasi program 2020.

Adapun rekomendasi internal PPNI Lampung bahwa seluruh anggota agar tetap mematuhi prokes pencegahan Covid.

Menginstruksikan kepada DPD PPNI kabupaten/kota se Provinsi Lampung untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan vaksinasi.Mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

Rekomendasi eksternal PPNI Lampung untuk pemerintah atau pimpinan institusi pelayanan yakni agar tetap memperhatikan dan memenuhi kebutuhan APD, membina dan mengawasi serta menjaga keselamatan perawat dalam menjalankan tugas pelayanan keperawatan.

Memberikan suportif berupa extra puding, suplemen, dan tunjangan atau insentif kepada perawat yang bekerja dipelayanan Covid.

Klaster Keluarga

Kota Metro juga mengalami peningkatan kasus Covid, bahkan dalam dua hari terakhir terjadi penambahan 48 pasien. Penambahan kasus Covid ini terbanyak dari klaster keluarga.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro Misnan mengatakan, pada Sabtu terjadi penambahan 35 kasus, sedangkan hari minggu 13 pasien. Dimana total terjadi penambahan 48 kasus, 25 di antaranya merupakan klaster keluarga.

Ia memaparkan, klaster keluarga terjadi pada pasien nomor 423 usia 46 tahun, 424 usia 16 tahun, dan 425 usia 20 tahun yang merupakan ibu dan anak warga Metro Pusat. Kemudian pasien 426 usia 47 tahun merupakan istri dari pasien nomor 336.

Pasien RA nomor 429, warga Hadomulyo Barat yang terpapar dari ayahnya pasien 320. Pasien 430 usia 36 tahun merupakan hasil tracing dari pasien 419 yang merupakan suaminya dan pasien 431 usia 11 tahun anak pasien nomor 418.

"Klaster keluarga berikutnya merupakan satu keluarga, ayah, ibu dan bayi. Yakni pasien 432 usia 32 tahun, pasien 433 usia 28 tahun, dan pasien 434 bayi tujuh bulan. Untuk ibu dan anaknya saat ini dalam perawatan rumah sakit dengan keluhan demam, diare, sesak, dan pilek," tukasnya, Minggu (24/1).

Selanjutnya pasien 435 yang merupakan suami pasien 387 dan pasien 437 yang terpapar dari istrinya atau pasien 283. Kemudian pasien 438 merupakan suami pasien 318, dan pasien 439 istri pasien 390. Sedangkan pasien 445 usia 36 tahun merupakan adik almarhum atau pasien 370.

"Hasil tracing keluarga juga terjadi pada pasien 465 usia 40 tahun yang merupakan istri pasien 388. Serta pasien 469 usia 17 tahun dan pasien 470 usia 16 tahun yang merupakan anak dari pasien 325," beber Misnan.

Sementara Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Komunikasi Publik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Barat Erna Yanti mengatakan, ada tujuh kecamatan di daerah itu yang menjadi penyumbang bertambahnya kasus Covid-19.

"Terbanyak dari Kecamatan Sukau dengan sembilan kasus. Disusul, Kecamatan Balik Bukit sebanyak lima kasus. Berikutnya, sebanyak tiga kasus di Kecamatan Belalau. Untuk Kecamatan Sumber Jaya, Bandar Negeri Suoh, Way Tenong, dan Lumbok masing-masing satu kasus penambahan," jelas dia.

Pelarangan Kegiatan

Guna mencegah penyebaran Covid, Pemkab Pesawaran melarang penyelenggaraan pesta mengundang artis yang dapat menimbulkan kerumunan massa besar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Kusuma Dewangsa mengatakan, pihaknya juga melarang pesta musik dan kegiatan keagamaan yang menimbulkan kerumunan orang banyak.

Dia mengatakan, pihaknya tidak melarang penyelenggaraan pernikahan. Namun, memberikan pembatasan pada acara nikah. Pembatasan itu seperti mengatur kehadiran jumlah orang di acara akad nikah. Maksimal sebanyak 50 orang.

Herman HN Tegaskan Lahan Terminal Kemiling Aset Pemkot Bandar Lampung

Satgas Covid-19 Bubarkan Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Bandar Lampung

Terkait pelarangan dan pembatasan itu, Kusuma mengaku, Pemkab segera mengeluarkan intruksi maupun edaran kepada masyarakat Bumi Andan Jejama. (Tribunlampung.co.id/lis/byu/dik/nan/dra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved