Breaking News:

Sidak Sembako di Pringsewu

BBPOM Tidak Temukan Bahan Pangan Berbahaya di Pasar Tradisional Pringsewu

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung tidak menemukan bahan pangan berbahaya dalam uji sampel di pasar tradisional, Senin (3/

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
BBPOM Bandar Lampung dan Pemkab Pringsewu melakukan sidak di swalayan, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung tidak menemukan bahan pangan berbahaya dalam uji sampel di pasar tradisional, Senin (3/5/2021).

Kepala BBPOM Bandar Lampung Sukriadi Darma mengungkapkan, ada sebanyak 26 sampel produk makanan yang diuji on the spot di mobil laboratorium BBPOM.

Di antara sampel tersebut, menurut dia, ada kerupuk, mi kuning, pacar cina, daging, bakso, dan tahu.

"Kita patut syukuri bahwa ketika di pasar tradisional kita melakukan sampling terhadap produk pangan yang dijual di sana, kita tidak menemukan bahan berbahaya," ungkapnya.

Namun, dalam sidang di minimarket yang ada di sekitar Tugu Bambu Tani, Kecamatan Pringsewu, BBPOM menemukan produk kaleng yang kemasannya tidak patut.

Baca juga: Disidak, Pengusaha Pembekuan Daging Sapi di Pringsewu Berdalih Tak Tahu Harus Ada Izin

BBPOM menyarankan kepada minimarket tersebut agar tidak menjual lagi produk tersebut.

Sementara di swalayan Chandra Department Store, ditemukan produk PIRT yang dibuat di Bandar Lampung dengan banyak produk namun nomornya satu.

"Nomornya satu, tapi untuk banyak produk. Sebenarnya itu tidak diizinkan. Jadi setiap produk itu harus ada izinnya," kata Sukriadi.

Pihaknya juga mendapati barang impor yang dikemas kembali di swalayan Chandra.

Namun produk impor ini tidak ada dalam database BPOM.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved