Kasus Suap Lampung Tengah

Mustafa Keberatan Bayar Uang Pengganti Rp 17 Miliar

Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa divonis empat tahun penjara karena terbukti bersalah dalam perkara suap dan gratifikasi.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Bayu
Penasihat hukum Mustafa, M Yunus, seusai sidang perkara suap dan gratifikasi di PN Tanjungkarang, Senin (5/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa divonis empat tahun penjara karena terbukti bersalah dalam perkara suap dan gratifikasi.

Penasihat hukum Mustafa, M Yunus, mengatakan, pihaknya menerima hukuman tersebut.

Meski demikian, Yunus mengaku keberatan atas hukuman membayar uang pengganti sebesar Rp 17,1 miliar yang dibebankan kepada kliennya.

Menurut dia, uang pengganti itu seharusnya dikurangi biaya pembelian tanah Islamic Center dan Mako Brimob.

Baca juga: BREAKING NEWS Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa Divonis 4 Tahun Penjara

"Kita ketahui, proses pembangunan Mako Brimob sudah berjalan. Tapi yang membuat haru biru persidangan itu terkait aliran uang ke parpol," kata Yunus.

Sayangnya, kata dia, itu tidak menjadi pertimbangan dalam persidangan.

Begitu pula aliran dana ke Partai Hanura dan PKB.

“Jadi ini belum selesai. Artinya Rp 17 miliar itu akan dibuat laporan dan menjadi fakta persidangan yang baru,” imbuhnya.

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa menyatakan menerima vonis empat tahun yang dijatuhkan majelis hakim.

Baca juga: Jaksa KPK Beberkan Alasan Menuntut Mustafa 5 Tahun Penjara

"Jadi saya sudah menyimak persidangan, dan atas putusan tersebut saya menerimanya," kata Mustafa dalam persidangan melalui daring, Senin (5/7/2021).

Tetapi Mustafa membutuhkan waktu untuk mengungkap ke mana saja aliran dana atas uang pengganti sebesar Rp 17 miliar.

Ia mengaku tidak tahu ke mana saja uang tersebut mengalir dan siapa saja yang telah menikmatinya.

Untuk itu, Mustafa akan menyerahkan semuanya kepada tim kuasa hukumnya, yakni M Yunus, Juendi Leksa Utama, dan Supriyanto.

Sementara itu JPU KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan bahwa pihaknya akan pikir-pikir dahulu atas vonis tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved