Breaking News:

Bendera Putih di Pringsewu

Pengelola Wisata di Pringsewu Lampung Bertahan Hidup dengan Ngutang, Ada yang Mendadak Jadi Buruh

Sejumlah pengelola wisata di Kabupaten Pringsewu terpaksa harus menggali lubang untuk menyukupi kebutuhan hidup selama tidak bekerja

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Tribun Lampung/ R Didik Budiawan
Bendera Putih berkibar di sepanjang jalan masuk Wisata Talang Indah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sejumlah pengelola wisata di Kabupaten Pringsewu terpaksa harus menggali lubang untuk menyukupi kebutuhan hidup selama tidak bekerja di destinasi wisata.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kabupaten Pringsewu Rudi Harmoko mengungkapkan, bila upaya tersebut untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Sebab selama tiga bulan destinasi wisata dittutup hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Buntutnya, tidak ada sumber penghasilan yang didapat oleh pengelola wisata dari destinasi wisata. 

Tidak hanya itu, tambah dia, sebagian pengelola wisata ada yang berupaya dengan memanfaatkan peluang pekerjaan.

Baca juga: Bendera Putih di Area Wisata Pringsewu Lampung, Kami Tutup Sementara Kebutuhan Harus Dicukupi

"Ada yang mendadak jadi buruh. Terus pinjam (uang) sana sini, ya ada," tutur Rudi, Selasa, 3 Agustus 2021.

Kondisi sepeti itu, menurut Rudi, belum diketahui sampai kapan. Karena dalam peraturannya, tempat wisata itu ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Mudah-mudahan secepatnya, supaya beraktifitas kembali seperti sedia kala," ujar Rudi.

Ditambahkan Rudi, terkait apa saja dampak yang dirasakan atas penutupan destinasi wisata, telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu sejak 18 Mei 2021.

Tapi, menurut Rudi, sampai saat ini belum ada tindak lanjut. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved