Lampung Utara
Sidang Lanjutan Gratifikasi Lampung Utara di PN Tanjungkarang, JPU KPK Hadirkan 4 Saksi
Empat orang saksi dihadirkan JPU KPK dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi Pemkab Lampung Utara dengan terdakwa Akbar Tandaniria Mangkunegara.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Empat orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi Pemkab Lampung Utara dengan terdakwa Akbar Tandaniria Mangkunegara, Rabu (5/1/2022).
Tiga saksi dihadirkan langsung dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, yakni Fria Apris Pratama, Taufik Hidayat dan Hendri Yandi Irawan.
Sementara saksi Syahbudin, mantan Kadis PUPR Lampura hadir melalui daring dari lapas Kalianda.
Dalam persidangan, JPU menanyakan seperti apa hubungan Taufik Hidayat dengan terdakwa Akbar Tandaniria.
Taufik mengungkapkan jika dirinya sudah lama mengenal dengan terdakwa. Perkenalan itu sudah terjalin sejak bangku sekolah.
Baca juga: KPK Periksa 3 Saksi Terkait Tersangka Akbar Tandaniria Mangkunegara
"Awalnya berkenalan, saya kenal lebih dahulu dengan sepupu Akbar," kata Taufik.
Dari perkenalan tersebut maka terjalin lah hubungan persahabatan. Sehingga didalam proses pertemanan itu terjalin pengangkatan saudara.
"Hubungan persahabatan kami ini diperkuat dengan mengangkat saudara. Dilanjutkan dengan kuliah di Tahun 1996 sampai 1997," kata Taufik.
Taufik menyebut tahu dengan Syahbudin sekitar tahun 2015. Saat itu Bupati Lampung Utara yakni Agung Ilmu Mangkunegara.
Sebelum menjadi Kadis PUPR, Syahbudin menjabat Sekretaris di Dinas PUPR.
Baca juga: Adik Mantan Bupati Lampung Utara Didakwa Jaksa KPK Rugikan Negara Rp 89 Miliar
Lalu JPU bertanya, apakah dirinya mengetahui proses Syahbudin menjadi Kadis PUPR.
"Saya tidak ingat. Saya ingat ketemu Akbar dirumahnya saat itu saya dihubungi Agung melalui telpon," kata Taufik.
Taufik menjelaskan saat itu Agung meminta dirinya untuk menghubungi Akbar Tandaniria.
"Dia (Akbar) bilang tolong hubungi Syahbudin untuk menemui dirinya dihari Minggu. Itu tahun berapa saya lupa. Di tahun 2014 sepertinya," kata Taufik.
Lanjut Taufik, setelah itu tidak ada komunikasi dirinya dan Syahbudin.