Penganiayaan di Bandar Lampung
ODGJ Aniaya Satu Keluarga di Bandar Lampung, Psikolog Minta Keluarga Bawa ODGJ ke RS
Psikolog Retno Riani mengatakan jika memiliki anggota keluarga yang bermasalah, keluarga diminta untuk segera membawa ke rumah sakit terdekat.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Dari informasi bhabinkamtibmas disebutkan bahwa pelaku tersebut tak jauh dari lokasi kejadian.
"Kita semalam melakukan penyisiran dari semua informasi yang kita dapatkan," kata Dennis.
Mulai dari rumah kosong, dekat perumahan-perumahan yang tak jauh dari rumah pelaku hingga perbatasan daerah Sabah Balau Lampung Selatan juga ditelurusi.
Ditambah lagi jalanan yang disusuri tersebut licin, membuat anggota dan masyarakat yang juga ikut mencari pelaku tersebut harus berhati-hati.
Pencarian berhasil setelah berjam-jam lamanya pelaku keluar dari sungai.
Setelah diamati oleh petugas dan disaksikan oleh tetangga serta masyarakat Sukabumi, benar pria yang diringkus tersebut pelaku penganiayaan.
"Pelaku dengan menggunakan kaos biru dongker dan celana cokelat akhirnya kita amankan setelah dia keluar dari sungai di dekat Perumahan Bukit Emas Sukabumi," kata Polisi berdarah Bali ini.
Jadi pelaku itu keluar dari persembunyiannya di sungai dan sepertinya hendak kabur, tetapi polisi melihat pelaku hingga akhirnya diamankan.
Dalam proses penangkapan ODGJ pelaku penganiayaan satu keluarga polisi sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan.
Hal ini dilakukan karena pelaku masih memegang parang yang digunakan untuk menganiaya para korban.
Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di Mapolresta Bandar Lampung.
Dari hasil pemeriksaan awal bahwa pelaku tersebut mengakui perbuatannya atas penganiayaan terhadap lima orang korbannya.
Diantaranya Umiyati (50), Firman (30), Merry (28), SEPTA (21) serta Nando (4).
Lalu terkait pelaku Sutrisno ini mengalami gangguan jiwa, dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
"Pembuktiannya akan kami sampaikan nanti, karena pelaku juga masih dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata Kompol Dennis.