Berita Lampung

Firasat Keluarga, sebelum ASN Saksi Korupsi Ditemukan Meninggal di Sungai Metro Lampung

Firasat keluarga itu tidak ada, sejak sebelum ASN kasus korupsi berinisial HS ditemukan meninggal di Sungai Metro.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi garis polisi. Firasat keluarga tidak ada, sebelum ASN saksi korupsi ditemukan meninggal dunia di sungai Metro, Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Firasat keluarga tidak ada, sebelum ASN saksi korupsi ditemukan meninggal di Sungai Batanghari Metro Selatan, Metro, Provinsi Lampung.

ASN Dinas Pertanian Lampung Timur berinisial HS merupakan saksi korupsi terkait uang ganti rugi untung tanam tumbuh proyek bendungan Marga Tiga, Lampung Timur. HS ditemukan meninggal di Sungai Batanghari Metro Selatan, Minggu (18/9/2022). 

Diduga saat itu HS, ASN Lampung Timur ini meninggal karena mengakhiri hidup hingga ditemukan di Sungai Batanghari Metro Selatan.

Anak menantu dari HS, berinisia Fa mengatakan, sebelum ayah mertuanya meninggal pihak keluarga tidak menaruh kecurigaan apapun.

"Sebelum bapak ditemukan, kami sebagai pihak keluarga tidak memiliki firasat maupun kecurigaan bahwa bapak akan mengakhiri hidupnya," ujar Fa saat ditemui di kediaman HS, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: ASN Lampung Timur Mengakhiri Hidup di Sungai Metro Ternyata Saksi Kasus Bendungan Marga Tiga

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Demo Depan Pemkot Metro Lampung Sampaikan 2 Tuntutan Tolak Harga BBM Naik

Dia mengungkapkan, pihak keluarga tidak mengetahui bahwa HS memiliki masalah atau tidak.

"Bapak (HS) itu pribadi yang tertutup, jadi kami sebagai pihak keluarga tidak mengetahui apapun apakah sedang ada masalah atau tidak," ungkap dia.

Akan tetapi, Fa mengakui adanya sedikit kejanggalan beberapa hari sebelum HS ditemukan meninggal dunia di Anak Sungai Batanghari, Metro Selatan.

"Pada Rabu, 14 September 2022 itu Ibu (Istri HS) melihat bapak kok pikirannya seperti kosong dan bapak ini hanya melamun saja," tuturnya.

Setelah itu, hari Kamis, 15 September 2022,  istri HS menemukan surat pemanggilan saksi untuk HS.

"Bapak (HS) jatuh sakit pada Kamis, 15 September 2022. Ternyata di hari yang sama Ibu menemukan surat panggilan bapak untuk menghadap kepolisian sebagai saksi," jelasnya.

Setelah menemukan surat itu, pihak keluarga coba menanyakan kepada almarhum. "Namun, bapak jawab tidak ada apa-apa," tambahnya.

Baca juga: Geger ASN Lampung Timur Mengakhiri Hidup di Sungai Batanghari Metro, Polisi: Motif Masih Pendalaman

Baca juga: Demo Kenaikan Harga BBM di Metro Lampung Ricuh, Mahasiwa Terobos Kawat Berduri

Ditambahkan Fa, pada Sabtu 17 September 2022,  HS pamitan dengan keluarga untuk berangkat ke Polres Lampung Timur.

Fa mengatakan, HS akan datang ke Polres Lampung Timur untuk memenuhi panggilan kepolisian sebagai saksi Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margatiga Lampung Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved