Berita Lampung

DPRD Pesisir Barat Minta Provinsi Lampung Serius Urus Penangkaran Penyu di Ngambur

Sejak dipegang oleh Pemprov Lampung tempat penangkaran penyu di Pekon Muara Tembulih, Kecamatan Ngambur terbengkalai dan kurang terawat.

Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok Agus Cik
Ketua DPRD Pesisir Barat Agus Cik mengaku jika tempat penangkaran penyu di Nyambur terbengkalai sejak diambil DKP Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - DPRD Pesisir Barat, Lampung akhirnya angkat bicara terkait terbengkalainya bangunan kantor dan rumah wisata di Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur, Sabtu (3/12/2022).

Ketua DPRD Pesisir Barat Agus Cik membenarkan, sejak diambil alih Provinsi Lampung tempat konservasi penyu yang berada di Pekon Muara Tembulih, Kecamatan Ngambur tersebut terbengkalai dan kurang terawat.

"Sejak diambil alih provinsi memang benar agak terbengkalai, termasuk pengurus atau kelompok yang mengelola sudah pernah mengadu dengan kita dulu," jelas Ketua DPRD Pesisir Barat Lampung Agus Cik menanggapi Kawasan Konservasi Penyu Taman Pesisir Ngambur.

Ia menambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa sebab itu bukan lagi wewenang pihaknya.

Itu sudah diambil alih oleh Provinsi Lampung dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Lanjutnya, beruntung pada waktu itu ada kelompok masyarakat yang ingin terus melanjutkan mengurusi penangkaran penyu tersebut.

Baca juga: Insentif Pengelola Konservasi Penyu di Pesisir Barat Sangat Memperhatinkan

Baca juga: DKP Lampung Sebut Anggaran Konservasi Penyu di Pesisir Barat Minim

"Kelompok masyarakat itu tergabung dalam Pokmaswas Bumi Lestari yang diketua oleh Hazni," terangnya.

"Alhamdulillah saat ini sedikit demi sedikit ada perbaikan bahkan terakhirkan mereka mengadakan senam bersama sekaligus pelepasan tukik di tempat konservasi itu," sambungnya.

Dikatakanya, pihaknya meminta agar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung serius dalam mengelola tempat pelastarian hewan langka tersebut.

Terlebih saat ini sejumlah bangunan yang ada sudah terancam ambruk.

"Seharusnya ini dimasukan ke anggaran untuk perbaikan dan biaya perawatan penyu oleh dinas terkait," tegasnya.

"Termasuk biaya pakan, biaya pembelian telur dan insentif para pengurus harus diperhatikan,"lanjutnya.

Terbengkalainya kawasan konservasi penyu tersebut tentu sangat memperhatinkan. 

Terlebih keberadaan penyu saat ini terancam di ambang kepunahan dan sangat jarang terlihat di perairan Pesisir Barat untuk mendarat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved