Liputan Khusus
Selain Way Halim, Rajabasa Dinilai Cocok untuk Kawasan Superblok Bandar Lampung
Pengamat Perkotaan Lampung menilai selain Way Halim pembangunan Superblok bisa dikembangkan di Kecamatan Rajabasa.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengamat Perkotaan Lampung, IB Ilham Malik menilai, selain Way Halim pembangunan Superblok bisa dikembangkan di Kecamatan Rajabasa.
Diketahui, investor lokal dikabarkan akan membangun Superblok di kawasan Way Halim Bandar Lampung.
Superblok di kawasan Way Halim Bandar Lampung dikabarkan akan berdiri di atas lahan seluas 20 hektare.
"Kawasan Rajabasa ini cukup bagus. Di sana ada sentra pendidikan,"
"Kawasan di sana bercampur dan harus didorong secara bertahap menjadi commercial city,"
Baca juga: Way Halim Bakal Miliki Gedung Pencakar Langit Superblok 62 Lantai
"Ciri dari perkotaan itu kan salah satunya adalah adanya aktivitas komersial," ujar Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sumatera (Itera) ini, Kamis (26/1).
Seperti diketahui, pusat-pusat bisnis dan perdagangan baru terus bermunculan di Kota Bandar Lampung.
Setelah hadirnya Lampung City Superblok di daerah Telukbetung, terbaru investor lokal dikabarkan akan membangun Superblok di kawasan Way Halim Kota Bandar Lampung.
Lebih lanjut IB Ilham Malik menjelaskan, pembangunan Superblok juga harus memperhatikan rencana tata ruang dan tata wilayah atau RTRW.
Adapun kawasan hutan lindung tidak boleh dibuat menjadi kawasan budidaya komersial.
"Seperti Kemiling, itu secara bertahap harus dikembalikan menjadi kawasan hutan lindung. Karena dalam dokumen RTRW, Kemiling termasuk kawasan hutan lindung," jelas IB Ilham.
Ilham Malik menilai, jika Bandar Lampung sudah memiliki banyak kawasan Superblok, maka bisa menarik perpindahan penduduk dari berbagai daerah.
Sebab, kegiatan commercial city yang ada di perkotaan akan menarik kedatangan masyarakat.
Jika demikian, menurut Ilham Malik, demografis dan geografis dari perkotaan tersebut akan rusak.
Karena itu, pemerintah daerah harus mampu membuat Superblok di daerahnya masing-masing agar menahan masyarakatnya tetap tinggal di daerah.
"Misalnya, Lamsel, Metro, Lamteng, Pesawaran. Mereka juga harus membangun komplek area dengan berbagai macam fungsi didukung dengan kegiatan pemukiman,"
"Dengan begitu warganya tidak lagi perlu ke Kota Bandar Lampung. Karena ada daerah di sekitarnya yang juga dikembangkan jadi kawasan komersial," beber IB Ilham Malik.
Baca juga: Investasi Superblok Way Halim Capai Rp 2 Triliun, Ada Sekolah sampai Hotel
"Kalau dibiarkan ya sudah tentu kita akan mengalami kerusakan kota dari sisi demografis dan geografis," tambahnya.
Terpisah Pengamat Ekonomi Central for Urban And Regional Studies (CURS), Erwin Oktavianto menyebut, pembangunan Superblok di Bandar Lampung menunjukkan adanya peluang besar bagi investor secara komersial.
Keberanian investor untuk melakukan pembangunan Superblok menunjukkan bahwa Bandar Lampung akan menjadi kawasan perdagangan dan jasa.
"Ini sejalan dengan visi kota Bandar Lampung yang ingin menjadi kawasan perdagangan di Sumatra,"
"Artinya dalam pengembangannya ini sudah mengarah ke sana. Karena investor yang ada sudah berinvestasi pada perdagangan dan jasa," kata Erwin, Kamis.
Menurut Erwin, investor melihat Kota Bandar Lampung sebagai kawasan strategis untuk perdagangan dan jasa. Pengembangan Superblok ini akan berdampak baik bagi ekonomi di Bandar Lampung.
Namun, dalam rangka pengembangan Superblok tersebut, Pemkot Bandar Lampung harus tegas mengontrol dimana wilayah yang diperbolehkan atau tidak sesuai dengan RTRW.
"Apakah kemudian Way Halim itu cocok atau tidak dibangun Superblok, maka ini butuh studi mendalam. Misalnya ada beberapa di titik tertentu itu yang menjadi kawasan lindung," ungkapnya.
Dia menyebutkan, salah satu syarat utama untuk membangun Superblok yakni wilayahnya tidak boleh berada dalam kawasan hutan lindung sesuai dengan RTRW.
Sebab, kawasan lindung merupakan kawasan serapan air untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
(Tribunlampung.co.id)
695.962 Usaha Sudah Pakai QRIS, di Lampung Tumbuh 27,80 Persen per Tahun |
![]() |
---|
Kendaraan ODOL Picu Jalan yang Sudah Diperbaiki di Lampung Cepat Rusak |
![]() |
---|
Gubernur Lampung Target Jalan Mantap 98 Persen Lima Tahun ke Depan |
![]() |
---|
Pemprov Lampung Targetkan 52 Ruas Jalan Diperbaiki Tahun Ini |
![]() |
---|
Dulu Kubangan Kini Beton, Progres Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.