Berita Lampung

Pemkot Metro Lampung Pastikan Stok dan Harga Minyak Goreng di Metro Aman

Dinas Perdagangan Pemkot Metro, Lampung jamin harga dan stok minyak goreng MinyaKita dari pemerintah aman saat ini harga masih sesuai HET Rp 14 ribu.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Kepala Dinas Perdagangan Metro, Lampung, Elmanan pastikan stok dan harga minyak goreng merek MinyaKita di Metro aman dan masih dijual sesuai HET Rp 14 ribu per kg. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Perdagangan ( Disdag ) Pemkot Metro, Lampung menjamin stok dan harga minyak goreng aman dan stabil.

Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Metro, Lampung, Elmanani mengatakan, untuk stok dan stabilisasi harga minyak goreng selalu dilakukan monitoring dan pengecekan.

Pemantauan dan monitoring untuk harga serta stok dilakukan Dinas Perdagangan Pemkot Metro, Lampung terhadap minyak goreng yang telah ditetapkan pemerintah.

"Untuk memastikan kestabilan harga dan stok minyak goreng, kami selalu melakukan monitoring. Nah, kalau untuk merek lain seperti MinyaKita kami akan kroscek terlebih dahulu berapa harga jualnya," kata dia, Minggu (5/2/2023)

Dia menambahkan, untuk harga minyak goreng curah seluruh distributor yang ada di Kota Metro, Lampung sudah menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Harga sesuai dengan HET Rp 14 ribu, serta harga minyak merek lain seperti Bimoli, Filma dan Rose Brand telah diserahkan sesuai dengan harga pasar," ujarnya.

Baca juga: Penetrasi Harga Bahan Pokok, Dinas Perdagangan Metro Gelar Pasar Murah

"Kami nggak bisa memberikan patokan, artinya siapa yang mampu dia beli untuk harga eceran minyak kemasan itu," imbuhnya.

Dia menjelaskan, untuk penjualan minyak goreng curah juga, pihaknya meminta kepada distributor untuk memprioritaskan penjualan kepada masyarakat Metro terlebih dahulu. 

Di sisi lain, harga bawang merah pada beberapa pasar di Kota Metro, Lampung mengalami kenaikan harga setelah sempat turun di awal tahun 2023.

Berdasarkan pantauan Tribun Lampung, kenaikan harga bawang merah tersebut terjadi di Pasar Kopindo dan Pasar Tejoagung Metro.

Pedagang bawang merah di Pasar Kopindo Metro, Lampung, Murni mengatakan, harga bawang merah di lapaknya mengalami kenaikan harga.

Kenaikan harga bawang merah tersebut terjadi secara bertahap sejak sepekan terakhir.

"Untuk harga bawang merah memang naik dari sebelumnya Rp 37 ribu per kilonya, menjadi Rp 41 ribu hingga Rp 42 ribu per kilonya," ujarnya.

"Ini harganya naik bertahap, memang biasanya sekali naik harganya tidak langsung banyak, tapi sedikit demi sedikit," imbuhnya.

Menurutnya, lanjut dia, kenaikan harga bawang merah tersebut merupakan hal yang sudah lazim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved