Polres Lampung Utara

Usai Tindakan Tegas kepada Pencuri Hewan Ternak, Warga Lampung Utara Ucapkan Terimakasih ke Kapolres

Para komplotan pelaku tersebut tidak segan-segan untuk melukai bahkan menembak kepada siapapun warga yang menghalangi aksinya.

Istimewa
Warga Kecamatan Abung Semuli Kabupaten Lampung Utara mengucapkan terimakasih atas tindakan tegas Kapolres Lampung Utara dan jajaran terhadap komplotan pencuri hewan ternak. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara- Masyarakat Kabupaten Lampung Utara masih dihantui rasa takut pasca meninggalnya seorang warga yang ditembak komplotan pencuri hewan ternak beberapa waktu lalu.

Masyarak Kabupaten Lampung Utara menjadi resah akibat ulah komplotan pencuri hewan ternak yang mempersenjatai diri dengan senjata api.

Keresahan masyarakat Lampung Utara khususnya warga Kecamatan Abung Semuli yang kerap menjadi korban komplotan pencuri hewan ternak menggunakan senjata api amatlah beralasan.

Para komplotan pelaku tersebut tidak segan-segan untuk melukai bahkan menembak kepada siapapun warga yang menghalangi aksinya.

Petaka hilangnya nyawa ulah komplotan pencuri ternak ini seperti menimpa keluarga Hardi.

Pasalnya, Hardi menyaksikan langsung anaknya Ilham meninggal dunia karena letusan senjata api saat mengejar pelaku yang mengambil paksa kambingnya.

Baca juga: Dukungan Kepada Polres Lampung Utara Memberantas Pencurian Sadis Bersenjata Api Terus Mengalir

Baca juga: Polres Lampung Utara Polda Lampung Dapat Penghargaan dari Bupati setelah Ungkap Pencurian Ternak

Beberapa warga yang sebelumnya pernah memergoki aksi mereka saat membawa kabur hasil curian menjadi tidak berani bertindak lantaran dari pelaku kerap mengeluarkan suara letusan.

Farid Helmi misalnya,  warga Desa Suka Maju, nyaris menjadi sasaran tembak lantaran memergoki kawanan pelaku tersebut membawa kabur hewan ternak milik warga.

Ketika itu, komplotan pencuri hewan ternak ini menggunakan kendaraan jenis minibus untuk membawa hewan ternak hasil curian.

“Saya tidak berani mendekat, di tempat kami ini saja yang saya ketahui sudah lebih dari 5 kali,” kata Farid.

Keluhan serupa juga di sampaikan oleh Supriadi, Kepala dusun Sukajadi yang sempat mendapati kawanan pelaku membawa hewan hasil curian menggunakan kendaraan minibus sejenis Toyota kijang.

“Malah saya hampir ditabrak oleh mereka sambil mengeluarkan suara tembakan dari pintu samping ke arah atas,” ungkap Supriadi.

“Bersyukur beberapa hari lalu ada pelaku diantara mereka yang ketangkep Polisi, kami warga sangat berterima kasih, "ucap Supri sedikit lega.

Rasa duka yang mendalam tentu yang dialami langsung oleh pasangan keluarga petani Hardi dan Parni yang harus kehilangan anaknya karena mempertahankan hak.

Parni ibu kandung Ilham Maulana ditengah kesedihannya menceritakan sangat kehilangan atas kepergian anaknya yang merupakan salah satu tulang punggung keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved