Berita Lampung

Belum Ada Kasus LSD di Pesisir Barat Lampung, Warga Diminta Tak Beli Sapi Luar Daerah

Kendati belum ditemukan kasus LSD di Pesisir Barat Lampung, menurut Rahmat Nursan, langkah pencegahan harus dilakukan.

Penulis: saidal arif | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Dok Istimewa
Ilustrasi Sapi- Belum ada kasus LSD di Pesisir Barat Lampung sehingga warga diimbau untuk tidak membeli sapi dari luar daerah. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Pesisir Barat Lampung menyebut hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penyakit kulit infeksius Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi.

Kabid Peternakan DKPP Pemkab Pesisir Barat Rahmat Nursan mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat maupun temuan pihaknya terkait kasus LSD yang menyerang hewan ternak jenis sapi.

"Alhamdulillah hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD pada hewan di Pesisir Barat," ucapnya.

Kendati belum ditemukan kasus LSD di Pesisir Barat Lampung, menurut Rahmat Nursan, langkah pencegahan harus dilakukan.

Terutama masyarakat agar tidak membeli hewan ternak sapi dari luar daerah.

Baca juga: Modus Ajak Liburan, Pria Gondrong di Pesisir Barat Tega Asusila Anak Temannya

"Diharapkan agar masyarakat tidak membeli ternak sapi dari luar daerah terutama daerah yang sudah mempunyai gejala kasus LSD," ucapnya.

Selain itu, ia juga menghimbau agar para peternak rajin membersihkan kandang hewan ternak dengan menyemprotkan disinfektan.

Terlebih saat ini Kabupaten terdekat, yakni Lampung Barat dikabarkan telah ada hewan ternak yang terjangkit LSD.

Dijelaskannya, hewan terutama sapi yang terserang LSD ini memiliki gejala atau ciri seperti demam, timbulnya benjolan-benjolan pada kulit dengan batas yang jelas.

Sehingga penyakit LSD ini sepintas mirip penyakit kulit benjol, seperti tumor di seluruh badan.

Akibat penyakit tersebut bisa menimbulkan kekurusan atau kehilangan berat, kehilangan susu, mandul pada sapi jantan dan betina serta kerusakan pada kulit.

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait ciri penyakit LSD tersebut pihaknya telah melakukan sosialisasi.

"Kalau untuk sosialisasi sudah kita lakukan sejak November tahun 2022, kita berikan penjelasan ciri-ciri hewan terjangkit LSD dan bagaimana cara mengatasi," bebernya.

"Kita menekankan agar para peternak selalu memperhatikan kebersihan kandangnya," sambungnya.

Baca juga: Pasca Lebaran Pembuat Kartu Pencari Kerja di Pesisir Barat Lampung Melonjak

Rahmat mengatakan, jika masyarakat menemukan ada hewan yang terkena penyakit seperti ciri-ciri di atas agar segera melapor ke pihaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved