Berita Lampung

Tak Punya Biaya Berobat, Yatim Piatu di Pringsewu Terbaring dengan Luka Kian Membusuk

Pemuda asal Pringsewu Lampung ini tidak berdaya hanya terbaring lemah dengan luka kian membusuk akibat tersengat listrik.

|
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Pemuda yatim piatu asal Pringsewu Lampung ini tidak berdaya dengan luka yang kian membusuk akibat tersengat listrik karena tidak punya uang buat berobat. 

Riski yang putus sekolah di bangku SMP ini pun kini hanya tergolek lemah di kasur tanpa bisa melakukan aktivitas.

Pihak keluarga masih berharap, Riski dapat sembuh dan menunggu keajaiban datang.

Alami Luka Parah

Ferdi, perawat yang selama ini memantau serta memeriksa kondisi dari Riski mengatakan bahwa saat ini telah dilakukan perawatan di rumah, sebelumnya juga pernah dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada.

Beberapa hari di rumah sakit, Riski akhirnya pun pulang setelah biaya pengobatan pasca tersengat listrik dibayarkan.

“Kalau dibayarkan oleh siapa saya tidak tahu persisnya, dan setelah dibantu untuk melunasi pembiayaanya kan Riski pulang dan melakukan perawatan di rumah,” kata Ferdi.

Ferdi menyebut, luka yang ada di lengan sebelah kiri dari Riski sangat mengkhawatirkan.

“Kalau lengan sebelah kanan, kaki sebelah kanan dan kaki sebelah kiri menurut saya mulai membaik kondisinya,” ungkapnya.

Tetapi, lengan pada sebelah kirinya tersebut lah yang sangat beresiko terkena infeksi dan resiko alami pembusukan.

“Saya sangat mengkhawatirkan itu,” sebutnya.

Untuk melakukan pengobatan secara intensif, tentu memerlukan bantuan biaya pengobatan meski tidak dipungkiri menggunakan biaya mandiri sangatlah berat.

Ditambah lagi Riski memang belum memiliki BPJS, alhasil pihak keluarga harus potang-panting dan baru mengurus pembuatan BPJS.

Bahkan, menurut informasi dari keluarga BPJS dari Riski masih belum aktif dan diperkirakan nanti akan aktif pada tanggal 1 Juni.

“Posisi luka dari saudara Riski ini tentu saja tidak bisa menunggu lama, artinya kan perlu ditangani secara cepat dan tepat, karena resiko yang harus ditanggung olehnya (Riski) sangatlah mengerikan,” kata Ferdi.

Untuk meneruskan pengobatan kembali ke rumah sakit, pihak keluarga tidak punya dana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved