Berita Lampung

MUI Lampung Menjadi Penyejuk di Tengah Masyarakat 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung terus berupaya menjadi penyejuk di tengah masyarakat. 

Penulis: Bayu Saputra | Editor: taryono
(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra).
Ketua Umum MUI Lampung Prof M Mukri beserta pengurus menggelar halalbihalal lebaran idul fitri 1445 hijriah di Rumah Makan Kayu, Kota Bandar Lampung, Senin (15/4/2024).(Bayu Saputra). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung terus berupaya menjadi penyejuk di tengah masyarakat. 

Ketua Umum MUI Lampung Prof M Mukri mengatakan, pihaknya akan berupaya menjadi penyejuk di tengah masyarakat Lampung. 

"Setelah pemilihan umum (pemilu) berakhir kita semua diharapkan menjadi penyejuk atau peredam di tengah masyarakat," kata Ketua Umum MUI Lampung Prof M Mukri dalam acara halalbihalal di Bandar Lampung, Senin (15/4/2024). 

Ia mengatakan, pengurus MUI Lampung mengajak masyarakat mari menjadi bagian untuk selalu tidak berhenti menebar kebaikan dan kesentosaan. 

"Mari viralkan dan menapak kebaikan, karena ramadan kemarin kita diajak mendidik untuk menahan tidak berkata-kata dan menarasikan sikap intoleran," kata Prof Mukri. 

MUI Lampung itu sebagai peredam dan penyejuknya di tengah masyarakat. 

"Bahwa kehadiran MUI ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat bangsa Indonesia," kata Prof Mukri.

Memang aslinya beragam masyarakat, jangankan dengan agama lain di internal agama Islam ajaran fiqihnya beda-beda. 

"Sehingga kita tidak lelahnya untuk saling mengingatkan untuk bersaudara dalam kebaikan," kata Prof Mukri.

Kesejahteraan, kebaikan, keadilan jenis seperti itulah fungsi MUI.

"Jadi tidak akan lelah kita akan mengajak seluruh komponen bangsa ini menjadi bagian bagi terselenggaranya persatuan kebersamaan bangsa ini," kata Mantan Rektor UIN Raden Intan Lampung ini. 

MUI Lampung pada agenda halal bihalal ini untuk menyamakan frekuensi untuk menjadi penyejuk di tengah masyarakat yang beragam. 

"Perpecahan dan persatuan adalah hukum tuhan," kata Prof Mukri.

Ia mengatakan, tentu keberagaman yang ada harus dikelola agar masyarakat tetap guyub dan rukun. 

Terlebih masyarakat memiliki keberagaman suku bangsa dan agama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved