Berita Lampung

Isu Duet Pilkada Lampung dengan Umar Ahmad, Hanan A Rozak Tunggu Keputusan DPP Partai

Politisi Partai Golkar, Hanan A Rozak menegaskan dirinya mantap maju sebagai Bakal Calon Gubernur Lampung Pilkada 2024.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
Politisi Partai Golkar, Hanan A Rozak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Politisi Partai Golkar, Hanan A Rozak menegaskan dirinya mantap maju sebagai Bakal Calon Gubernur Lampung Pilkada 2024.

Anggota DPR RI ini pun menegaskan tak mau menerima jika ditawari posisi sebagai Calon Wakil Gubernur.

Terkait wacana duet Hanan A Rozak-Umar Ahmad, Hanan mengaku itu merupakan hal yang wajar.

Namun, ia menilai bahwa keputusan akhir bakal tetap ditentukan oleh DPP Partai masing-masing.

"Kalau wacana-wacana bisa saja dibangun seperti itu, pada akhirnya segala sesuatu yang kita lakukan di daerah ini, karena kami ditugaskan oleh DPP, maka nanti yang menentukan adalah DPP," ucap Hanan di DPD PDIP Lampung, Sabtu (27/4/2024).

"Ternyata saya dengan dari kapan dPD PDIP Lampung juga sama, setelah membuka penjaringan, melakukan komunikasi, fit and proper tes dengan calon, tapi pada akhirnya yang menentukan adalah DPP partai masing-masing," jelasnya.

Ditanya kesiapan seandainya ditawari posisi calon wakil Gubernur, Hanan menegaskan dirinya diperintah Partai sebagai Calon Gubernur

"Tidak, saya tidak dalam posisi wakil," 

"Mohon maaf, sebelumnya saya sudah diamanahkan oleh rakyat sebagai anggota DPR Rai 2024-2029. Kalau posisi wakil sepertinya sama tanggung jawabnya dengan posisi saya di DPR RI, karena tugas dan fungsinya agak mirip-mirip," imbuhnya.

Pasalnya, kata Hanan, Posisi Gubernur nantinya bakal mengambil peran lebih besar untuk kepentingan masyarakat Lampung.

Terlebih, Hanan menilai Lampung memiliki banyak persoalan kompleks yang perlu diselesaikan dengan kerjasama semua pihak.

"Tapi kalau Gubernur tentu amanah dan tanggung jawabnya akan lebih besar lagi. Tentunya dengan apa yang ada pada saya, kesempatan ini harus digunakan sebaik-baiknya untuk bagaimana berbuat bukan hanya untuk 7 Kabupaten di Dapil Lampung 2, tapi untuk 15 Kabupaten/Kota di Lampung secara keseluruhan,"

"Karena persoalan Lampung ini sangat kompleks, sehingga diperlukan percepatan-percepatan dan kerja keras serta kerjasama dari semua pihak," pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved