Kawah Nirwana Lampung Barat Meletus

BPBD Lampung Barat Pastikan Letusan Kawah Keramikan Suoh Tak Timbulkan Gas Beracun

BPBD Lampung Barat terjun langsung ke lokasi erupsi Kawah Nirwana atau Keramikan di Suoh, Lampung Barat, Lampung.

|
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi BPBD Lampung Barat
Kepala BPDB Lampung Barat, Padang Priyo Utomo saat meninjau lokasi kawah. 

“Karena dikhawatirkan ada susulan letusan. Kita tidak tau kapan, hari apa, jadi tetap waspada. Jangan melakukan kegiatan dulu sebelum keadaan aman," terusnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo mengatakan, kawah itu memang kerap mengalami letusan.

Namun letusan atau erupsi yang terjadi kali ini memang cukup besar sehingga menimbulkan kepanikan masyarakat.

"Sebenarnya hal biasa yang terjadi di sekitar kawah, namun erupsi kali ini cukup besar dari biasanya,” bebernya.

Ia mengaku, saat ini telah menerjunkan personel untuk mengecek kondisi dan perkembangan pasca kejadian letusan.

“Saat ini tim kami sudah di sana, mereka sedang mengecek situasi dan perkembangan yang terjadi disana,” sebutnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dekat kawasan kawah sampai kondisi terbilang aman.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak dulu beraktivitas di sekitar lokasi kawah keramikan,” imbau Padang.

“Dikhawatirkan adanya erupsi susulan dan adanya gas beracun dan awan panas dari dampak erupsi tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, kawasan wisata di Kecamatan Suoh, Lampung Barar, Lampung yakni Kawah Nirwana atau Keramikan mengeluarkan letusan.

Letusan yang terjadi di wisata yang masuk ke dalam wilayah TNBBS Lampung Barat itu terjadi sekira pukul 08.30 WIB, Jumat (24/5/2024).

Kejadian letusan di destinasi wisata di Suoh itu dibenarkan langsung oleh anggota DPRD Lampung Barat, Sugeng Hari Kinaryo Adi.

“Iya benar, kejadian pukul setengah sembilan tadi. Terjadi sebanyak tiga kali letusan,” ujarnya saat dihubungi lewat WhatsApp.

“Keterangan dari warga, letusan pertama keluar pasri, kedua lahar, ketiga asap tebal seperti di Gunung Merapi,” terusnya.

Menurut Sugeng, letusan terakhir pada daerah wisata yang dekat dengan Kawah Nirwana itu bisa disebut seperti wedus gembel.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved