Liputan Khusus

Sejumlah Sekolah di Lampung Kekurangan Anak Didik, Siswa dan Dewan Guru Merasa Kesepian

Di saat sebagian sekolah kelebihan kapasitas hingga terpaksa menolak siswa, ternyata ada sejumlah sekolah di Lampung yang justru kekurangan anak didik

Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/bayu saputra
SDN 1 Gedong Meneng, Bandar Lampung, yang tahun ini hanya menerima lima siswa baru. 

"Tapi penerapan zonasi yang telah disosialisasikan tidak efektif. SDN 1 Komering Putih paling sedikit menerima murid," katanya. SDN 1 Komering Putih pun terancam ditutup karena jumlah muridnya yang jauh dari batas minimal.

Tulangbawang

Hal serupa juga ditemui di sejumlah sekolah yang berada di Kabupaten Tulangbawang. Salah satunya SD Negeri 3 Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung.

Sekolah itu sepi peminat. Bahkan, pada tahun ajaran baru ini tercatat hanya ada empat peserta didik baru.

Hal tersebut dibenarkan Kepala SD Negeri 3 Moris Jaya Suparnu. "Tahun ajaran baru ini kami baru mendapat empat siswa dan siswi baru," ujarnya, Rabu (17/7).

Dikatakannya, minimnya jumlah pendaftar di SD Negeri 3 Moris Jaya sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Bahkan, pada tahun sebelumnya pendaftar di SD Negeri 3 Moris Jaya hanya sembilan siswa.

"Tahun sebelumnya jumlah siswa baru yang bersekolah di SD Negeri 3 Moris Jaya juga sepi peminat, hanya 9 siswa baru," sebut dia.

Suparnu menjelaskan, kondisi itu disebabkan lingkungan di sekitar sekolah memang minim permukiman penduduk.

Ditambah dengan sistem zonasi yang menjadi syarat untuk mendaftarkan siswa.

"Kebetulan lingkungan sekitar sekolah juga tidak terlalu padat penduduknya. Itu bisa saja jadi penyebabnya," ungkapnya.

Ia mengaku sudah berupaya semaksimal untuk mengatasi persoalan tersebut.

Namun, tetap saja jumlah pendaftar siswa baru di sekolahnya masih terbilang minim.

Pihaknya pun tidak membatasi waktu pendaftaran.

"Tidak ada batas waktu, karena jumlah pendaftar juga minim," ucapnya.

Ditambahkannya, selain jumlah pendaftar siswa baru yang minim, fasilitas ruang kelas yang ada di SD Negeri 3 Moris Jaya juga terbilang terbatas.

"Ruang tempat belajar juga terbatas. Hanya ada enam ruang, dan satu ruang itu digunakan untuk ruang kantor. Akibatnya, satu ruang kelas harus disekat menjadi dua bagian demi mencukupi ruang kelas belajar," sambungnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/bayu saputra/fajar ihwani/rangga yusuf)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved