Mutiara Ramadan
Keutamaan Zikir di Bulan Ramadan
Kata zikir berasal dari bahasa Arab yakni zakarah. Artinya mengingat sesuatu secara spesifik serta memusatkan perhatian kita kepada Allah.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan zikir.
"Zikir bukan sekadar mengucapkan lafaz tertentu, tetapi juga memahami dan merenungkan ayat-ayat Allah serta menjadikannya sebagai panduan hidup," terang Tito lagi.
Imam Al-Ghazali membagi zikir menjadi tiga tingkatan.
Pertama, zikir lisan, yakni sekadar mengucapkan lafaz zikir tanpa hadirnya hati.
Kedua, zikir lisan dan hati, yakni ketika lisan berzikir, hati pun ikut tunduk dan meresapi maknanya.
Ketiga, zikir penuh kesadaran, di mana seseorang berzikir dengan penuh penghayatan, menyadari kehadiran Allah dalam hidupnya, dan menjadikannya sebagai bukti cinta kepada-Nya.
"Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, marilah kita memperbaiki kualitas zikir kita," ajaknya.
Zikir adalah pemandu pikiran dan hati agar seluruh hidup kita hanya terpusat kepada Allah.
Sebagaimana yang kita ucapkan dalam salat: "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam." (QS Al-An’am: 162)
"Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan. Amin ya Rabbal ‘alamin," tutupnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.