3 Polisi Gugur di Way Kanan Lampung
Bripda M Ghalib Surya Ganta Ternyata Bercita-cita Jadi Polisi Sejak Kecil
Paman korban Bripda M Ghalib Surya Ganta mengungkap menjadi polisi adalah cita-cita keponakannya sejak kecil.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Paman korban Bripda M Ghalib Surya Ganta mengungkap menjadi polisi merupakan cita-cita keponakannya sejak kecil.
Paman korban, Chandra menceritakan, bahwa almarhum Bripda Ghalib merupakan sosok yang ceria dan periang.
Dia pun mengatakan pihak keluarga tidak memiliki firasat apapun sebelum kepergian korban.
"Keponakan kami ini orangnya riang tidak pernah ada aneh-aneh, orangnya sopan, ibadahnya rajin," ujar Chandra saat diwawancara di rumah duka, jalan M Yunus ujung, gang Arrahman 1, Tanjung Senang, Bandar Lampung, mulai ramai karangan bunga ucapan bela sungkawa, Selasa (18/3/2025).
"Kami enggak ada firasat apa-apa, beberapa hari lalu kami juga sempat buka bersama di kampung halaman," jelasnya.
Chandra menjelaskan, bahwa keponakannya sejak awal dilantik sudah bertugas di Polres Way Kanan.
"Sejak kecil memang dia bercita-cita jadi polisi, selepas lulus SMA sekitar tahun 2020, dia disiplin sekali untuk membuat badannya proporsional supaya lolos seleksi masuk polisi," ungkapnya.
"Kalau orang yang tidak tau mungkin enggak akan mengenali kalau dia polisi, karena sikap dan pembawaannya biasa saja, dia juga kebetulan di reserse," imbuhnya.
Chandra melanjutkan, bahwa kepergian almarhum Bripda Agus tepat terjadi 1 bulan setelah ayahnya meninggal.
"Ayahnya kan tepat tanggal 17 februari meninggal, tanggal 18 februari itu neneknya meninggal di rumah sakit yang sama," kata dia.
"Waktu ayahnya meninggal Ghalib ini sedang tugas di bengkulu, dia langsung pulang, sampai di rumah saat almarhum ayahnya mau dimandikan," kata dia.
Setelah ayahnya meninggal, Candra mengungkapkan bahwa pihak keluarga kemudian meminta agar Bripda Ghalib mengurus pindah tugas ke Bandar Lampung.
"Setelah itu pihak keluarga minta supaya dia mengurus pindah ke sini, karena biar menemani ibunya," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
Sikap Kopda Bazarsah Saat Hakim Ucapkan Kekecewaannya, "Ini yang Kamu Tanam!" |
![]() |
---|
Kopda Bazarsah Divonis Mati, Tangis Keluarga 3 Polisi Pecah |
![]() |
---|
Ekspresi Kopda Bazarsah Saat Divonis Mati dalam Kasus Penembakan 3 Polisi |
![]() |
---|
Alasan Hakim Tetap Vonis Mati Kopda Bazarsah, Meski Pembunuhan Berencana Tak Terbukti |
![]() |
---|
Sosok Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto yang Vonis Mati Kopda Bazarsah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.