Berita Lampung

Mahasiswa FEB Unila Gelar Aksi, Soroti Dugaan Pembungkaman Kasus Kekerasan oleh Ormawa

Aliansi FEB Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Rabu (28/5/

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
DEMO - Sejumlah mahasiswa gelar demo di pelataran Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Rabu (28/5/2025). 

Ttribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi FEB Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Rabu (28/5/2025).

Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pimpinan fakultas atas dugaan pembiaran kasus kekerasan dan pelanggaran etika oleh oknum organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan FEB.

Aksi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di area kampus.

Massa kemudian bergerak ke pelataran dekanat sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut koordinator aksi M Zidan Azzakri, dugaan kekerasan yang disertai intimidasi terhadap korban telah disampaikan kepada pihak dekanat.

Namun, menurutnya hingga kini belum ada tindakan tegas dari pimpinan fakultas.

“Berdasarkan bukti rekam medis, pernyataan korban dan keluarga, serta bukti percakapan digital, telah terjadi kekerasan dan intimidasi. Tapi Dekanat tidak menunjukkan sikap tegas. Ini adalah bentuk pembiaran sekaligus pembungkaman terhadap korban,” kata Zidan saat orasi.

Aliansi FEB Menggugat menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Pembubaran Ormawa yang terbukti melakukan kekerasan dan pelanggaran etik;

2. Proses hukum dan etik terhadap pelaku kekerasan;

3. Klarifikasi publik secara terbuka oleh pihak dekanat;

4. Penghentian segala bentuk intimidasi dan pembungkaman terhadap korban.

Sekitar pukul 10.30 WIB, perwakilan massa sempat melakukan audiensi dengan Dekan FEB, Wakil Dekan I, dan Wakil Dekan III.

Namun pertemuan itu dinilai tidak menghasilkan solusi konkret.

Pihak dekanat disebut menolak menandatangani pakta integritas yang diajukan mahasiswa sebagai bentuk komitmen terhadap penyelesaian masalah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved