Berita Lampung
Pembayaran QRIS Bagi Anak Muda Bandar Lampung: Lebih Mudah dan Efisien
Tia Meilani mengatakan pembayaran memggunakan QRIS lebih mudah dan lebih efisien dari segi waktu.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - QRIS memudahkan transfer dana antar pengguna dengan memindai kode QR yang diberikan oleh penerima.
Cukup dengan memindai kode QR yang disediakan, pengguna dapat membayar belanjaan mereka di berbagai toko, warung, dan minimarket.
Transaksi dengan QRIS sangat cepat dan mudah, hanya membutuhkan beberapa detik untuk melakukan pembayaran.
QRIS menghilangkan kebutuhan untuk membawa uang tunai atau kartu fisik, membuat transaksi lebih efisien. QRIS pun sejalan dengan program Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.
Tia Meilani mengatakan pembayaran menggunakan QRIS lebih mudah dan lebih efisien dari segi waktu.
"Keuntungan menggunakan QRIS lebih praktis aja. Jadi gaperlu bawa dompet dan gak perlu menyaiapkan uang kembalian," ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Menurutnya kekurangan memakai QRIS berpotensi penipuan lebih tinggi.
Selain itu, kekurangan pembayaran menggunakan biaya admin.
"Biaya admin dibebankan kepada penjual," ucapnya.
Ia mengatakan sudah lama menggunakan sistem pembayaran QRIS yaitu sejak Desember 2023.
Namun, dirinya juga masih menggunakan pembayaran tunai.
Menurutnya, pembayaran uang tunai juga masih diperlukan dalam sistem pembayaran, karena untuk membantu orang lansia yang gagap teknologi.
"Untuk saya pribadi sebaiknya tetap menggunakan tunai juga. Karena untuk memudahkan konsumen yang sudah lansia karna kebanyakan lansia gagap teknologi (gaptek)," paparnya.
Sementara itu, dara bernama Galuh mengatakan, keunggulan menggunakan QRIS lebih praktis tidak perlu membawa dompet.
"Keuntungan menggunakan QRIS lebih praktis aja. Jadi gaperlu bawa dompet," ucapnya.
Untuk kekurangan transaksi menggunakan QRIS, dia mengatakan yakni soal jaringan tidak stabil atau susah jaringan.
"Minusnya kalo susah jaringan jadi lama di depan kasir," imbuhnya.
Ia sendiri sudah lama menggunakan sistem pembayaran QRIS yaitu sejak 2023. Namun dirinya juga masih sering menggunakan uang tunai sebagai sistem pembayaran.
"Kadang pake QRIS. Kadang juga masih pake uang tunai. Kalau signalnya lagi jelek," ujarnya.
Menurutnya, sistem pembayaran uang tunai juga masih diperlukan, terutama saat jaringan sedang jelek.
"Tetap ada tunai, biar kalau jaringan lagi jelek, nggak perlu lama menunggu di kasir," sambungnya.
Terakhir, Dini Fadilah mengatakan pembayaran menggunakan QRIS membantu, karena terkadang tidak membawa uang cash.
Ia mengatakan kekurangan sistem pembayaran QRIS jika di tempat kuliner atau tempat wisata belum menggunakan sistem pembayaran menggunakan QRIS.
"Kekurangannya kadang lupa bawa uang cash yang dimana Lampung belum menggunakan QRIS di setiap tempat," ujarnya.
Ia menyebut dirinya juga masih menggunakan uang tunai dalam sistem pembayaran.
"Tetap menyediakan pembayaran tunai. Karena nggak semua orang ada Mbanking," ujarnya.
(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)
| Satu Pasien RS Bumi Waras Bandar Lampung Meninggal Gara-gara Ulah Pencuri Kabel Listrik |
|
|---|
| Harga Elpiji 12 Kg di Bandar Lampung Naik, dari Sananya Rp 218 Ribu Kita Jual Rp 235 Ribu |
|
|---|
| Cegah TPPO, Imigrasi Bandar Lampung Resmikan Desa Binaan di Terbanggi Besar |
|
|---|
| Kakek Rudapaksa Bocah 7 Tahun di Kandang Kambing, Korban Diimingi Jajanan |
|
|---|
| Direktur Walhi Lampung: Peringatan Hari Bumi Jadi Momentum Evaluasi Kondisi Lingkungan Hidup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/anak-muda-bandar-lampung-soal-qris.jpg)