Longsor Cisarua

Ayah Kopda Randa Ikhlas Lepas Putranya, Prajurit Marinir Gugur Saat Longsor Cisarua

Johariyanto, ayahanda Kopral Dua Marinir (Kopda Mar) Randa Pratama, mengaku ikhlas melepas kepergian putra kesayangannya itu, untuk selamanya.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri ini Barus
PRAJURIT GUGUR DIMAKAMKAN - Prosesi pemakaman Kopda Mar Randa Pratama di TPU Sumbersari, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Minggu (1/2/2026). Kopda Mar Randa Pratama, menjadi satu dari 23 anggota marinir yang gugur akibat terkena longsor Cisarua. Johariyanto, ayahanda Kopda Mar Randa Pratama, mengaku ikhlas melepas kepergian putra kesayangannya itu, untuk selamanya. 

Alih-alih menyerah, kegagalan itu justru memperkuat tekadnya. Setahun berselang, pada 2017, Randa kembali mengikuti seleksi, kali ini untuk TNI Angkatan Laut.

"Tahun 2016 dia tes tentara angkatan darat tapi gagal. Tidak putus asa. Tahun 2017 dia tes angkatan laut, alhamdulillah diterima," kata sang ayah.

Ia menyebut anaknya tersebut sebagai pahlawan keluarga.

"Ini anak kesayangan saya. Pahlawan saya. Anak laki-laki saya satu-satunya. Saya ikhlas dia meninggal demi tugas negara," ucap Johariyanto dengan suara bergetar.

Miliki Kemampuan Bela Diri

Perjuangan Randa tidak lepas dari bekal kemampuan bela diri yang ia tekuni sejak remaja.

Ia tercatat sebagai anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), sebuah perguruan silat yang menanamkan nilai disiplin, persaudaraan, dan ketangguhan mental.

Kemahiran bela diri tersebut turut membentuk karakter Randa sebagai sosok yang tangguh, pantang menyerah, dan siap mengabdi kepada negara.

Setelah resmi menjadi prajurit TNI AL, Randa mengabdikan diri di Korps Marinir, satuan tempur yang dikenal memiliki tugas berat dan menuntut kesiapan fisik serta mental tinggi.

Bagi Randa, menjadi Marinir bukan sekadar profesi, melainkan wujud nyata dari cita-cita masa kecil yang akhirnya tercapai.

Kisah hidup Kopda Mar Randa Pratama menjadi gambaran tentang perjuangan anak daerah yang tidak mudah menyerah pada keadaan, serta bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju impian.

Bagi keluarga, almarhum bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga anak yang membanggakan, yang telah menepati janji masa kecilnya untuk menjadi seorang tentara dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Secara Militer

Adapun prosesi pemakaman Kopda Mar Randa Pratama dilakukan secara militer.

Sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman, terlebih dahulu digelar apel penerimaan dan pelepasan jenazah dari pihak keluarga kepada TNI.

Almarhum kemudian dimakamkan di TPU Sumbersari, Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Prosesi pemakaman diiringi tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved