Mudik Lebaran

Penumpang Kapal Merak-Bakauheni 1 Jam Terombang-ambing di Lautan

Salah satu penumpang asal Jakarta, Andre, mengungkapkan rasa kecewanya saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
TEROMBANG-AMBING - Penumpang turun dari KMP Titian Nusantara setelah sempat terombang-ambing di lautan selama satu jam dalam perjalanan Merak—Bakauheni, Kamis (19/3/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Pengalaman kurang menyenangkan dialami oleh penumpang Kapal Titian Nusantara Tanjung Emas rute Merak-Bakauheni. 

Keterlambatan jadwal sandar kapal yang mencapai lebih dari satu jam memicu keresahan hingga aksi teriak dengan kalimat protes dari para penumpang.​

Salah satu penumpang asal Jakarta, Andre, mengungkapkan rasa kecewanya saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni

Ia menyebutkan bahwa kapal yang ia tumpangi sempat tertahan cukup lama sebelum akhirnya bisa bersandar di dermaga.

​"Tadi itu hampir satu jam lebih nge-stuck (tertahan) di situ. Nakhodanya juga kelihatan bingung mau parkir kapalnya, entah karena arus atau apa," ujar Andre, Kamis (19/3/2026).

Menurut Andre, situasi di dalam kapal sempat memanas karena tidak adanya informasi resmi dari pihak kru kapal atau ABK mengenai penyebab keterlambatan tersebut.

Absennya komunikasi ini membuat para penumpang, khususnya pejalan kaki, merasa telantar dalam ketidakpastian.

​"Enggak ada info sama sekali. Penumpang pejalan kaki sampai teriak-teriak karena kelamaan nunggu. Tadi juga kabarnya ada yang sampai pingsan karena cuaca panas dan kelamaan nunggu," tambahnya.

Andre menjelaskan bahwa ia berangkat dari Pelabuhan Merak sekitar pukul 11:00 WIB menggunakan layanan kapal reguler. 

Namun, ia baru tiba di Bakauheni sekitar pukul 15.00 WIB. 

Padahal, pada perjalanan sebelumnya, durasi keterlambatan biasanya hanya berkisar 15 hingga 20 menit.

Menanggapi kejadian ini, Andre berharap pihak pengelola, dalam hal ini PT ASDP Indonesia Ferry, dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam hal komunikasi publik saat terjadi kendala teknis maupun operasional.

​"Pesan saya sih, perbanyak petugas (ABK) untuk bagian komunikasi. Lebih ditingkatkan lagi supaya penumpang tahu kendalanya apa dan bisa lebih sabar," ujar dia.

"Tadi benar-benar bingung kenapa lama banget kapalnya parkir," tutup Andre.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved