Mudik Lebaran

39 Kasus Kecelakaan Selama Lebaran di Lampung, 11 Orang Meninggal Dunia

Di tengah peningkatan arus lalu lintas kendaraan selama momen Lebaran, Dishub Lampung mencatat sedikitnya ada 39 kecelakaan.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
KECELAKAAN - Kadishub Lampung Bambang Sumbogo menyebut 39 kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mencatat lonjakan signifikan pergerakan pemudik di berbagai simpul transportasi selama periode Lebaran 2026. 

Di tengah lonjakan ini, Dishub mencatat sedikitnya ada 39 kasus kecelakaan yang mewarnai momen mudik Lebaran tahun ini.

Kadishub Lampung Bambang Sumbogo mengungkapkan, peningkatan volume penumpang paling terasa di jalur penyeberangan laut dan udara. 

Di Pelabuhan Bakauheni saja, ia menyebut total penumpang hingga H+1 Lebaran menembus angka 427.446 orang, atau naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini diikuti dengan kenaikan jumlah kendaraan yang menyeberang sebesar 6 persen atau mencapai 85.432 unit.

"Secara umum pergerakan angkutan Lebaran tahun ini berjalan baik, lancar, dan terkendali. Beberapa simpul transportasi memang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap dalam pantauan petugas di lapangan," ujar Bambang Sumbogo, Selasa (24/3/2026).

Kondisi serupa juga terlihat di sektor udara melalui Bandara Radin Inten II yang mencatatkan 40.583 penumpang atau naik 17,4 persen. 

Bahkan, lanjut dia, untuk mengimbangi tingginya animo masyarakat, otoritas bandara harus menambah 42 penerbangan ekstra (extraflight). 

Sementara itu, di sektor darat, Terminal Tipe A Rajabasa juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan penumpang mencapai 50,2 persen pada H+1, dengan puncak arus mudik terjadi pada H-3 yang melayani 7.377 penumpang.

Di tengah peningkatan arus lalu lintas kendaraan selama momen Lebaran, Dishub Lampung mencatat sedikitnya ada 39 kecelakaan hingga H+1 Lebaran 2026.

Dari puluhan kasus kecelakaan di jalan raya tersebut, Dishub mencatat total korban mencapai 11 orang meninggal dunia, 44 orang luka berat, dan 38 orang luka ringan.

Insiden-insiden tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 317,25 juta.

"Data kecelakaan lalu lintas hingga H+1 tercatat sebanyak 39 kejadian. Kami terus mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan, terutama saat memasuki puncak arus balik nanti," jelas Bambang.

Bambang menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan koordinasi antar instansi menjadi kunci kelancaran arus mudik an balik di Bumi Ruwa Jurai tahun ini. 

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara real-time di seluruh titik rawan kepadatan untuk memastikan pemudik dapat melintas dengan aman.

Dishub Lampung memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat di jalur-jalur utama hingga periode arus balik berakhir guna menekan angka kecelakaan dan menjaga kelancaran lalu lintas bagi masyarakat yang kembali dari kampung halaman.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved