Blokade Rel KA Bandar Lampung

Ketua RT Sebut Tak Ada Konfirmasi, Sesalkan Aksi Blokade Rel oleh Warga

Faizal mengaku tidak mengetahui pasti alasan warga melakukan pemblokiran rel saat itu karena tidak ada konfirmasi kepada pihak RT.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
SESALKAN AKSI BLOKADE REL - Ketua RT 01 Lingkungan 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Faizal Amir saat diwawancarai secara khusus oleh Jurnalis Tribun Lampung, Bayu Saputra dalam program Saksi Kata, Senin (30/3/2026). Pihaknya menyesalkan aksi blokade rel oleh warga. 

Faizal mengingatkan masyarakat yang melintas di rel tersebut, baik warga Garuntang maupun dari luar daerah, agar selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas.

Ia menjelaskan, jalan di wilayah itu merupakan jalur alternatif dari Jalan Bypass menuju Jalan Yos Sudarso. Jalan tersebut juga bisa tembus ke arah Sukaraja maupun Panjang.

“Jalan ini sekarang sudah bagus, sudah dicor rabat beton sejak 2016,” ujarnya.

Dulu, kata Faizal, kondisi jalan di sana rusak dan belum banyak dilalui kendaraan.

Karena itu, sejak awal memang belum pernah ada palang pintu perlintasan.

Setelah pemerintah melakukan pembangunan dan jalan diperbaiki hingga tembus ke kawasan Kuala menuju Jalan Yos Sudarso, aktivitas kendaraan pun semakin ramai.

Di sekitar lokasi juga terdapat kawasan pendidikan. Ada dua SMP negeri dan satu SMA negeri, sehingga lalu lintas di jalan itu semakin padat.

Selama ini, kata Faizal, PT KAI hanya memasang portal pembatas tinggi kendaraan agar truk besar tidak melintas di jalur tersebut. Tujuannya untuk mencegah kemacetan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di area sekolah.

“Kalau palang pintu memang dari dulu tidak ada. Tapi harapan kami setelah kejadian ini mudah-mudahan bisa dipasang demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Faizal menyebut, selama dirinya menjabat sebagai RT, sudah tiga kali terjadi kecelakaan di perlintasan tersebut.

Peristiwa paling parah terjadi beberapa waktu lalu ketika sebuah minibus yang membawa karyawan bank tertabrak kereta pada siang hari.

Mobil itu ringsek dan para penumpangnya sempat terjebak di dalam kendaraan. Warga harus membantu mengeluarkan korban dengan mendongkrak dan memotong bagian mobil.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka,” katanya.

Kejadian lain terjadi sekitar dua tahun lalu ketika sebuah truk fuso bermuatan semen mengalami rem blong. Truk tersebut terguling dan muatannya berserakan di sekitar rel.

“Korban jiwa tidak ada, tapi kondisinya memang parah waktu itu,” kata Faizal.

Sementara kejadian terakhir yang sempat memicu aksi blokade rel disebutnya tidak terlalu parah. Menurutnya hanya terjadi senggolan kecil dan sopir kendaraan kaget.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved