Berita Lampung

Menaklukkan Gunung Ratai, Puncak Indah dan Tantangan Alam

Ridho Alfath, pendaki asal Bandar Lampung, berbagi pengalamannya menaklukkan Gunung Ratai. 

Penulis: taryono | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
PENDAKIAN - Puncak Gunung Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Gunung setinggi 1.682 mdpl tersebut menjadi salah satu destinasi favorit pendaki. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Ratai, terletak di Padang Cermin, Pesawaran, Lampung, memiliki ketinggian 1.682 mdpl.
  • Perjalanan menuju puncak memakan waktu sekitar 3 jam dari basecamp.
  • Puncak menawarkan pemandangan laut dan pegunungan.
  • Terdapat makam di puncak sebagai daya tarik.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran -  Pendakian gunung selalu menjadi aktivitas yang menarik bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menyukai tantangan dan keindahan alam. 

Salah satu destinasi pendakian yang populer di Provinsi Lampung adalah Gunung Ratai, yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran

Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.682 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menawarkan pemandangan yang memukau bagi para pendakinya.

Ridho Alfath, pendaki asal Bandar Lampung, berbagi pengalamannya menaklukkan Gunung Ratai. 

Menurutnya, perjalanan menuju puncak gunung ini memakan waktu sekitar tiga jam dari basecamp. 

"Dari basecamp sampai puncak itu kurang lebih tiga jam. Sampai di atas, kami istirahat dan foto-foto," ujarnya dalam wawancara dengan Tribun Lampung pada Minggu (5/4/2026).

Sesampainya di puncak, Ridho merasakan suasana yang sejuk dan menikmati panorama alam yang luar biasa. 

Saat cuaca cerah, pendaki bisa melihat perpaduan indah antara laut dan pegunungan dari ketinggian. 

"Kalau lagi cerah, laut sama gunung kelihatan semua. Lumayan kebayar capeknya," katanya.

Salah satu hal yang menarik perhatian di puncak Gunung Ratai adalah keberadaan sebuah makam, yang menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri bagi para pendaki

Makam ini sering menjadi objek foto dan pembicaraan di kalangan pendaki yang berhasil mencapai puncak.

Ridho memulai perjalanannya dari wilayah Kemiling, Bandar Lampung, sekitar pukul 10.00 WIB. Ia melewati jalur Tugu Durian di Sukadanaham Bandar Lampung dan sempat beristirahat di Hanura sebelum melanjutkan perjalanan menuju area parkir Gunung Ratai melalui Pasar Bunut.

Namun, akses menuju lokasi parkir tidaklah mudah. "Jalannya jelek, berbatu, apalagi habis hujan jadi licin," ungkap Ridho mengenai kondisi jalan yang menantang. Setelah sampai di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju basecamp, yang memakan waktu sekitar satu jam.

Sesampainya di basecamp, Ridho dan teman-temannya melakukan registrasi dan beristirahat sebentar sebelum memulai pendakian. Ridho menjelaskan bahwa jalur pendakian cukup berat, terutama saat musim hujan. Trek yang dilalui sebagian besar berupa tanah berlumpur dan licin, ditambah beberapa jalur yang masih baru dibuka.

“Track-nya cukup parah, apalagi habis hujan. Banyak lumpur, licin, jadi harus ekstra hati-hati,” katanya. Meski begitu, suasana hutan tropis yang alami menjadi nilai tambah yang menyenangkan. Udara yang sejuk dan lingkungan yang asri membuat perjalanan tetap terasa menyenangkan bagi para pendaki.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved