Peringatan Hari Buruh

FPSBI-KSN Apresiasi Pembatasan Outsourcing, tapi Ingatkan Risiko Implementasi

Serikat buruh menilai aturan baru terkait pembatasan tenaga kerja alih daya (outsourcing) membawa perbaikan dari sisi regulasi. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
SAMBUT BAIK - Menurut Ketua Federasi Pergerakan Serikat Buruh Indonesia-Konfederasi Serikat Nasional (FPSBI-KSN), Yohanes Joko Purwanto. Dia menyatakan menyambut baik pembatasan tersebut karena dinilai lebih jelas dibanding aturan sebelumnya. Namun, ia menilai implementasinya tetap berpotensi menimbulkan persoalan. 

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP M Erza Trisyahputra Nasution mengatakan pengawalan dilakukan menyeluruh untuk menjamin keamanan rombongan selama perjalanan.

“Petugas melakukan pengawalan sejak titik kumpul KM 20B terhadap massa dari berbagai kabupaten,” ujarnya, Jumat (1/5/2026) malam.

Ia menambahkan, setelah keluar dari wilayah Lampung Selatan, pengawalan dilanjutkan oleh Ditlantas Polda Lampung hingga rombongan menuju Monas.

Menurutnya, skema pengawalan berjenjang ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mengantisipasi potensi gangguan selama perjalanan jarak jauh dengan jumlah kendaraan besar.

Selain pengawalan, polisi juga mengimbau para sopir bus untuk tetap disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Seluruh sopir kami minta menjaga keselamatan dan mematuhi aturan selama perjalanan,” kata dia.

600 Personel Gabungan

Sebanyak 600 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Bandar Lampung, Jumat (1/5/2026).

Pengamanan difokuskan di lima titik yang menjadi pusat kegiatan massa buruh.

Ratusan personel tersebut berasal dari jajaran Polda Lampung, Sat Brimobda Lampung, Polresta Bandar Lampung, hingga Satpol PP Kota Bandar Lampung.

Mereka disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati mengatakan lima lokasi yang menjadi fokus pengamanan meliputi Sekretariat FSMSI, GSG Gumay Panjang, Simpang Masjid Taqwa Kota Raja, Tugu Adipura, serta Kantor DPRD Provinsi Lampung.

Sebanyak 600 personel gabungan kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan May Day berjalan aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.

Selain pengamanan aksi, kegiatan bakti kesehatan juga digelar di dua titik, yakni di GSG Gumay Panjang dan Sekretariat FSMSI, sebagai bentuk pelayanan kepada peserta.

Agustina menegaskan, pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Personel di lapangan diminta tetap profesional serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved