Berita Lampung

Warga RT 06 Seputih Jaya Lampung Tengah Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

warga RT 06 Lingkungan 2, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, memilih memperbaiki jalan mereka sendiri.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
PERBAIKAN JALAN - Warga Seputih Jaya Kabupaten Lampung Tengah berjibaku melakukan perbaikan jalan secara swadaya di wilayah setempat, Senin (18/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga RT 06 Seputih Jaya, Lampung Tengah, perbaiki jalan rusak secara swadaya.
  • Dana dikumpulkan kolektif, puluhan warga turun langsung ke lapangan sejak 10/5/2026.
  • Pengecoran gorong-gorong dan pengerasan bahu jalan dilakukan manual.

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah -  Bosan menunggu perbaikan dari pihak berwenang, warga RT 06 Lingkungan 2, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, memilih memperbaiki jalan mereka sendiri.

Secara swadaya, mereka mengumpulkan dana pribadi secara kolektif dan turun langsung ke lapangan untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. 

Perbaikan dilakukan sejak Minggu (10/5/2026), dengan puluhan warga bekerja sejak pagi, melakukan pengecoran gorong-gorong sekaligus pengerasan bahu jalan.

Perwakilan warga, Abrizal, menjelaskan bahwa aksi gotong royong ini lahir dari keresahan bersama terkait kondisi infrastruktur jalan yang menghambat mobilitas sehari-hari. 

Jalan ini menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan Bandar Jaya menuju Celikah, Adijaya, serta akses utama ke pondok pesantren setempat.

"Hebatnya, seluruh biaya dan tenaga kerja murni berasal dari kantong dan keringat warga RT 06 sendiri," ujar Abrizal, Senin (18/5/2026). 

"Alhamdulillah, warga di sini sangat guyub rukun. Kegiatan ini benar-benar dari swadaya masyarakat, diprakarsai oleh warga sekitar, tanpa campur tangan donatur lain."

Gotong royong ini melibatkan semua kalangan, mulai dari pemuda hingga orangtua, yang bahu-membahu mengaduk semen, menyusun batu, hingga meratakan coran di bahu jalan agar lebih aman dilintasi kendaraan, terutama saat berpapasan.

Menurut Abrizal, Jalan Maulana Yusuf memiliki peran strategis bagi perekonomian dan pendidikan masyarakat sekitar. 

Jika dibiarkan rusak, risiko kecelakaan meningkat dan aktivitas warga terganggu.

"Tujuannya agar masyarakat yang menggunakan jalan ini bisa melintas dengan maksimal. Jalan ini adalah jalur alternatif yang menghubungkan Bandar Jaya hingga Celikah, menuju pondok pesantren, dan tembus ke Adijaya," tambahnya.

Dari pengamatan teknis, perbaikan jalan memanfaatkan material standar konstruksi seperti semen, pasir cor, dan agregat kasar (batu pecah/kerikil). 

Sebelum beton dicor, warga membersihkan jalan dan memasang cetakan beton berbahan papan kayu di sepanjang sisi jalan

Cetakan ini berfungsi menjaga elevasi ketebalan beton dan mencegah adonan meluber ke drainase saat pemadatan.

Pencampuran bahan cor dilakukan secara manual di atas permukaan jalan, menggunakan alat molen, maupun mobil molen. Setelah adonan siap, beton basah dialirkan dan diratakan secara manual dengan cangkul, sekop, dan penggaruk besi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved