Berita Lampung

Pengendara Motor Wanita Tewas dalam Lakalantas Tunggal di Underpass Unila

Seorang pengendara sepeda motor wanita meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di jalur menuju underpass Unila.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
OLAH TKP - Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung Ipda Alvira Yunita bersama dua anggota melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas di depan Ramayana Robison Rajabasa atau kawasan underpass Unila, Minggu (24/5/2026). 

Kamis (19/3/2026), lalu lintas di Bandar Lampung masih ramai. Lampu kendaraan saling bersahutan di Jalan Sisingamangaraja, Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat. 

Orang-orang bergegas pulang, sebagian masih dalam perjalanan, mengejar waktu sebelum malam semakin larut.

Di tengah arus kendaraan itu, sebuah momen singkat berubah menjadi tragedi.

Seorang pengendara sepeda motor Honda BeAT berusaha menyeberang jalan untuk masuk ke sebuah gang.

Mungkin hanya ingin segera sampai di rumah.

Namun dari arah berlawanan, melaju seorang pengemudi ojek online yang tengah bekerja sebagai driver ojol pengantar makanan.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat semuanya tak terhindarkan.

“Saat itu pengendara BeAT mau menyeberang ke gang, lalu dari arah depan ada driver. Karena sudah dekat, langsung tabrakan,” kata Dimas, saksi mata di lokasi, Jumat (20/3/2026).

Benturan keras terdengar. Kedua pengendara terjatuh. Dalam hitungan detik, suasana yang tadinya biasa saja berubah panik.

Warga sekitar berlarian mendekat, sebagian mencoba menolong, sebagian lain menghubungi ambulans.

Pengendara Honda BeAT mengalami luka berat. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara pengemudi ojol mengalami luka serius, sempat mengeluarkan darah dari hidung, namun masih dalam kondisi sadar saat dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfred Jacob Tilukay, membenarkan bahwa satu korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya.

“Korban dalam kondisi kritis saat dievakuasi. Namun karena luka berat, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kombes Pol Alfred.

Kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Saksi-saksi dimintai keterangan, dan barang bukti dikumpulkan dari lokasi kejadian.

Di balik lampu jalan yang tetap menyala malam itu, tersisa satu pelajaran yang pahit, bahwa di jalan raya, satu keputusan kecil dalam hitungan detik bisa mengubah segalanya.

Polisi pun mengingatkan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat menyeberang atau berbelok, agar kejadian serupa tak kembali terulang.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved