Penembakan di Kota Metro
Utang Rp 1 Juta di Balik Penembakan ASN di Metro
Dedi, warga Jalan Fajar Asri, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, tewas mengenaskan dengan luka tembakan di kepala, Sabtu (23/5/2026) malam.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dia membeberkan kronologi penembakan tersebut.
"Tersangka datang ke tempat usaha korban, kemudian melakukan penagihan terhadap utang korban sebesar Rp 1 juta," tuturnya.
Saat itu, keduanya sempat terlibat cekcok mulut.
Lalu tersangka mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan yang mengenai kepala korban.
Penembakan yang menewaskan korban menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Istri korban, Vita Lestari, menyaksikan langsung suaminya tersungkur setelah ditembak di hadapan dua anak mereka yang masih kecil.
Vita menuturkan, peristiwa itu bermula saat korban menemaninya berjualan.
Pelaku tiba-tiba datang dan menghampiri Dedi yang saat itu tengah duduk.
“Awalnya suami saya mengira hanya mengobrol biasa. Mungkin dia juga sungkan karena di depan bos pemilik tempat cucian itu. Tapi saya tidak tahu kenapa pelaku kemudian emosi,” ujar Vita saat ditemui di kediamannya, Minggu (24/5/2026).
Menurut Vita, situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok yang berujung perkelahian.
Pelaku sempat melayangkan pukulan, namun tidak mengenai sasaran, sebelum akhirnya dibalas oleh korban.
Namun situasi berubah mencekam ketika pelaku berbalik badan dan mengambil senjata api dari tas selempangnya.
“Pas balik badan, tahu-tahu dia langsung menghadap suami saya dan nembak begitu saja. Pistolnya dikeluarkan dari tas selempang kecil. Setelah itu suami saya langsung tersungkur,” kata Vita.
Seusai penembakan, korban baru dapat dievakuasi sekitar 15 menit kemudian oleh petugas Babinsa bersama warga menuju rumah sakit.
Namun nyawa korban tidak dapat tertolong.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
| Polisi Temukan Proyektil Bersarang di Wajah Korban |
|
|---|
| Kesaksian Vita ketika Suami Tersungkur Ditembak, Pelaku Kerap Melontarkan Ancaman |
|
|---|
| Vita Ungkap Fakta, Fajar Kerap Ancam Dedi Setiap Bertemu, Berujung Penembakan |
|
|---|
| Saksi Dengar Suara Letusan Senpi Sebelum Pedagang Ayam Geprek di Metro Terkapar |
|
|---|
| Breaking News Motif Penembakan Pedagang Ayam Geprek di Metro, Dipicu Utang Rp 1 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Polda-Lampung-ekspose-kasus-penembakan-ASN.jpg)