Penembakan di Kota Metro

Pedagang Ayam Geprek Tewas Ditembak, Vita Minta Keadilan 'Jangan Ada Backing'

Di tengah duka, istri korban Dedi Kristian Agung (40), pedagang ayam geprek yang tewas ditembak, minta keadilan.

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
MITA KEADILAN - Istri korban, Vita Lestari saat diwawancarai, Minggu (24/5/2026). Vita minta keadilan dari kasus penembakan yang menewaskan sang suami Dedi Kristiani Agung, seorang ASN di Dinas Perikanan Lampung Tengah yang bekerja sampingan buka usaha ayam geprek. 

Tribunlampung.co.id, Kota Metro - Di tengah duka yang mendalam, istri korban Dedi Kristian Agung (40), pedagang ayam geprek yang tewas ditembak, minta keadilan,

Vita Lestari berharap proses hukum berjalan secara adil dan transparan tanpa intervensi pihak mana pun.

“Saya cuma minta keadilan seadil-adilnya. Jangan ada backing apa pun,” ujar saat diwawancarai dalam program saksi kata, Minggu (24/5/2026).

“Suami saya meninggal dan meninggalkan dua anak yang masih kecil. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Vita Lestari, yang berada di lokasi kejadian, menyaksikan langsung suaminya tersungkur setelah ditembak di hadapan dua anak mereka yang masih kecil.

Baca Juga: Saksi Dengar Suara Letusan Senpi Sebelum Pedagang Ayam Geprek di Metro Terkapar

Vita menuturkan, peristiwa itu bermula saat korban menemaninya berjualan di lokasi kejadian. 

Pelaku tiba-tiba datang dan menghampiri Dedi yang saat itu tengah duduk.

“Awalnya suami saya mengira hanya mengobrol biasa. Mungkin dia juga sungkan karena di depan bos pemilik tempat cucian itu. Tapi saya tidak tahu kenapa pelaku kemudian emosi,” ujar Vita dengan suara bergetar saat diwawancarai, Minggu (24/5/2026).

Menurut Vita, situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok yang berujung perkelahian. 

Pelaku sempat melayangkan pukulan yang tidak mengenai korban, sebelum akhirnya dibalas oleh Dedi.

Namun situasi berubah mencekam ketika pelaku berbalik badan dan mengambil senjata api dari tas selempangnya.

 “Pas balik badan, tahu-tahu dia langsung menghadap suami saya dan nembak begitu saja. Pistolnya dikeluarkan dari tas selempang kecil. Setelah itu suami saya langsung tersungkur,” kata Vita.

Vita menduga konflik antara suaminya dan pelaku dipicu persoalan utang piutang.

 Ia menyebut pelaku kerap melontarkan ancaman setiap kali bertemu dengan korban.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved