Harga Sembako di Lampung
Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kedondong Pesawaran Masih Berfluktuasi
Meski demikian, beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti telur dan minyak goreng masih tergolong stabil.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Harga sejumlah sembako di Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran masih mengalami fluktuasi, terutama pada komoditas cabai dan bawang.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pengendara di Pesawaran Beralih Pakai Pertalite
Meski demikian, beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti telur dan minyak goreng masih tergolong stabil.
Salah seorang pedagang di Pasar Kedondong, Enggo mengatakan, kenaikan harga cabai belum menunjukkan perubahan yang signifikan dan masih dipengaruhi oleh kondisi pasokan di pasar.
“Kalau cabai itu tergantung pasokan. Sampai sekarang belum ada pengaruh yang terlalu terasa, memang harganya biasa naik turun,” kata Enggo kepada Tribun Lampung, Minggu (14/6/2026).
Saat ini, harga cabai merah eceran berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Sementara cabai rawit hijau dijual sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Adapun cabai hijau dibanderol sekitar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang mengalami kenaikan. Menurut Enggo, bawang merah saat ini dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga telur masih relatif stabil di angka Rp27 ribu per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng yang hingga kini belum mengalami perubahan berarti.
Selain menyoroti perkembangan harga, Enggo juga mengungkapkan keluhan pedagang kecil terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pedagang kecil belum merasakan dampak positif karena kebutuhan bahan untuk program tersebut lebih banyak dipasok melalui pihak tertentu.
“Pedagang-pedagang kecil tidak terlalu dilibatkan. Barang diambil ke satu pihak, jadi seperti dimonopoli. Akibatnya, kami mendapat barang dengan harga lebih mahal dan menjualnya juga lebih sulit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat stok barang di tingkat pedagang kecil menjadi terbatas dan berdampak pada daya saing harga di pasar.
“Pedagang kecil sangat merasakan dampaknya. Kalau bisa, akses mendapatkan barang dipermudah. Kalau sudah dimonopoli, kami kesulitan mendapatkan barang dengan harga yang terjangkau dan akhirnya pembeli juga membanding-bandingkan harga,” katanya.
Enggo berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan akses distribusi bagi pedagang kecil sehingga mereka tetap dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| Pedagang Pasar Tempel di Bandar Lampung Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng |
|
|---|
| Ombak Tinggi Tekan Pasokan, Harga Ikan di Pasar Kedondong Naik |
|
|---|
| Harga Sembako Turun, Pedagang Pasar Metro Justru Keluhkan Sepi Pembeli |
|
|---|
| Harga Ikan Tongkol di Pasar Kedondong Naik Jadi Rp40 Ribu |
|
|---|
| Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tempel Sukarame Relatif Stabil, Stok Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-Cabai-dan-Bawang-di-Pasar-Kedondong-Pesawaran-Masih-Berfluktuasi.jpg)