Harga Sembako di Lampung
Pedagang Pasar Kedaton Bandar Lampung Ungkap Penurunan Omzet Imbas Program MBG
Dia meyakini bahwa penurunan omzet tidak hanya dipengaruhi faktor kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang membuat daya beli masyarakat menurun.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Pedagang di Pasar Raden Intan mengeluhkan penurunan omzet hingga 50 persen akibat kenaikan harga bahan pokok.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berdampak negatif pada pedagang pasar karena berkurangnya pembeli dari kalangan pedagang kantin sekolah.
- Pedagang berharap pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok untuk memulihkan daya beli masyarakat.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung– Betianingsih, seorang pedagang di Pasar Raden Intan Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, mengeluhkan terkait penurunan omzet yang dia alami belakangan ini.
Baca juga: Harga Terigu, Minyak Goreng hingga Kol di Pasar Kedaton Bandar Lampung Naik Signifikan
Dia meyakini bahwa penurunan omzet tidak hanya dipengaruhi faktor kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang membuat daya beli masyarakat menurun.
Melainkan juga, kata dia, adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Bahkan penurunan omzet para pedagang itu dirasakan sampai hampir 50 persen.
"Dulu sehari bisa dapat Rp2.000.000, sekarang paling sekitar Rp1.000.000, lebih sedikit. Pembeli jauh berkurang," ungkapnya, Selasa (16/6/2026).
Ia mengatakan bahwa dahulu pembeli di kiosnya kebanyakan adalah ibu rumah tangga dan pedagang nasi uduk.
“Dulu pelanggan saya tukang nasi uduk, ibu-ibu rumah tangga yang menyiapkan bekal anaknya ke sekolah, ada program (MBG) ini mereka sudah jarang beli lagi,” tuturnya.
Betianingsih menilai, dengan adanya program MBG ini membuat pelanggannya yang dahulu berjualan di sekolah gulung tikar dan tak lagi berbelanja.
Masyarakat kini juga lebih selektif dalam berbelanja akibat tekanan ekonomi dan kenaikan harga berbagai kebutuhan.
Kondisi tersebut membuat perputaran barang di pasar menjadi lebih lambat dibandingkan sebelumnya.
Sebagai pedagang, Beti berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak semakin terbebani dan aktivitas perdagangan di pasar kembali bergairah.
"Harapan kami harga-harga bisa stabil lagi. Kalau harga terus naik sementara daya beli turun, pedagang dan masyarakat sama-sama kesulitan," tuturnya.
"Kalau bisa, program MBG dihentikan agar pedagang kantin bisa berbelanja lagi di sini,” tambahnya.
Terasa Sejak Harga Plastik Naik
Menurut Beti, kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir, bahkan sebelum adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu pemicu yang paling terasa adalah meningkatnya harga bahan plastik yang berdampak pada biaya distribusi dan kemasan berbagai produk.
"Sejak harga plastik naik, semuanya ikut naik. Tahu, tempe, minyak goreng, mi, sampai sohun juga naik. Kami sebagai pedagang jadi bingung karena pemasukan malah turun," ujar Beti saat ditemui di Pasar Modern Raden Intan, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan, harga minyak goreng yang sebelumnya dapat dijual dengan harga Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter, kini modal pembeliannya sudah mencapai Rp21.000 hingga Rp22.000 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada tahu yang sebelumnya dijual Rp5.000 per bungkus, kini menjadi Rp6.000.
“Di lapak saya itu yang paling laris tahu tempe, saat pembeli tahu harganya naik mereka pada mengeluh, padahal untungnya saja sudah menipis,” ungkapnya.
Sementara itu, terjadi kenaikan juga untuk produk mi jagung dan sohun, kenaikan harga bahkan lebih signifikan. "Sohun besar yang sebelumnya Rp6.000 per bungkus sekarang sudah Rp8.500. Hampir semua barang naik," katanya. (Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini)
| Harga Terigu, Minyak Goreng hingga Kol di Pasar Kedaton Bandar Lampung Naik Signifikan |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Naik dan Daya Beli Menurun |
|
|---|
| Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kedondong Pesawaran Masih Berfluktuasi |
|
|---|
| Pedagang Pasar Tempel di Bandar Lampung Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng |
|
|---|
| Ombak Tinggi Tekan Pasokan, Harga Ikan di Pasar Kedondong Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pedagang-Pasar-Modern-Raden-Intan-Keluhkan-Daya-Beli-Masyarakat-Menurun-Ini-Imbas-MBG.jpg)