Berita Lampung
Respons DPRD Lampung Terkait Aksi Mahasiswa
Hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Lampung Ismet Roni untuk merespons aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Lampung Tarik Mandat.
Ringkasan Berita:
- Meminta pemerintah menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas melalui sistem pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh masyarakat.
- Menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM.
- Meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.
- Menuntut revisi Undang-undang Polri serta penghentian praktik militerisme di ranah sipil.
- Mendesak penerapan pajak kekayaan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – DPRD Lampung membuka ruang untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan mahasiswa ke pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Lampung Ismet Roni untuk merespons aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Lampung Tarik Mandat di depan gedung DPRD Lampung, Senin (15/6/2026).
Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa berkumpul di depan gedung DPRD Lampung.
Mereka menyuarakan enam tuntutan, mulai dari pendidikan gratis hingga dihentikannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ismet mengatakan, DPRD Lampung berjanji meneruskan tuntutan mahasiswa dan masyarakat dalam aksi tersebut ke pemerintah pusat.
“Terkait tuntutan aksi, tentunya akan diskusikan bersama pimpinan. Jika tuntutannya menjadi wewenang pusat, maka DPRD akan menyampaikan tuntutannya ke pusat,” kata Ismet, Selasa (16/6/2026).
Dalam aksi tersebut, perwakilan peserta aksi membacakan pernyataan sikap yang berisi enam tuntutan kepada pemerintah serta menyampaikan rencana aksi lanjutan apabila aspirasi mereka tidak mendapat tindak lanjut.
Jenderal lapangan aksi dari Universitas Lampung (Unila), Muhammad Tarehsya, menyebutkan enam tuntutan tersebut.
Pertama, meminta pemerintah menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas melalui sistem pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh masyarakat.
Kedua, menuntut penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Ketiga, meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.
Keempat, menuntut revisi Undang-undang Polri serta penghentian praktik militerisme di ranah sipil.
Kelima, mendesak penerapan pajak kekayaan atau wealth tax.
Keenam, meminta penegakan hak asasi manusia (HAM) yang dinilai lebih adil.
Dalam pernyataan penutup, Tarehsya menegaskan massa akan kembali turun ke jalan apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons.
“Kami akan kembali dengan aksi lanjutan jika aspirasi ini tidak direspons,” ujarnya.
Minta Ditinjau
Mahasiswa menyoroti program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh hingga penghentian program tersebut.
Mereka menilai kedua kebijakan itu perlu ditinjau ulang karena dinilai belum menjawab kebutuhan mendasar masyarakat dan berpotensi tidak tepat sasaran dalam implementasinya di lapangan.
Mereka juga menempatkan isu pendidikan sebagai tuntutan utama. Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bandar Lampung Josua Sitorus menegaskan bahwa negara wajib menjamin akses pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh warga tanpa diskriminasi.
“Kami menuntut pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat, termasuk stabilitas harga bahan pokok dan BBM,” ujar Josua.
Massa aksi turut menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM. Mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah stabilisasi harga agar beban hidup tidak semakin meningkat dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, Aliansi Lampung Tarik Mandat juga mengkritisi rencana revisi UU Polri yang dianggap berpotensi memperluas ruang militerisme di ranah sipil.
Mereka meminta regulasi tersebut dikaji ulang secara terbuka dengan melibatkan partisipasi publik untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan aparat.
Tuntutan lainnya mencakup dorongan penerapan pajak kekayaan sebagai instrumen pengurangan ketimpangan ekonomi, serta penegakan HAM yang dinilai masih lemah. Mereka menekankan pentingnya penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM dan jaminan perlindungan hak warga secara konsisten oleh negara.
Josua menegaskan, seluruh poin yang disuarakan merupakan aspirasi publik yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam perumusan kebijakan. Seusai aksi, massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB.
Aksi tabur bunga mewarnai demo mahasiswa di depan gedung DPRD Lampung, Senin (15/6/2026). Mereka menabur bunga di atas foto Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto lalu dibakar di atas ban bekas.
Ketua BEM Unila Aditiya Putra Bayu dalam orasinya mengatakan, mahasiswa sudah berkali-kali melakukan aksi turun ke jalan. Namun, suara mereka tidak didengarkan oleh pemerintah. "Mahasiswa turun ke jalan, tetapi suara kami tidak pernah didengar," ujar Aditya.
Marindo Pantau Demo
Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan ikut memantau langsung jalannya unjuk rasa mahasiswa yang digelar di depan gedung DPRD Lampung, Senin (15/6/2026).
Marindo terlihat keluar dari ruang kerjanya dan menuju halaman Sekretariat Pemprov Lampung untuk memantau situasi aksi sekitar pukul 12.50 WIB.
Tidak hanya menyaksikan dari kejauhan, Marindo juga sempat berbincang dengan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay.
Situasi di lokasi sempat memanas saat aparat kepolisian memasang blokade kawat berduri. Akibatnya, peserta aksi tidak bisa masuk ke lingkungan DPRD Lampung. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya Kapolresta menginstruksikan anggotanya untuk membuka blokade kawat berduri.
“Saya akan membuka pagar kawat itu. Tapi kasih saya alasan yang rasional agar saya membuka pagar kawat ini,” ujar Alfret.
Ia menegaskan, keberadaan aparat di lokasi semata-mata untuk menjaga keamanan gedung pemerintahan. “Tugas kami di sini hanya mengamankan kantor pemerintahan. Kami tidak ada maksud untuk menghalang-halangi kalian,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Alfret juga mengucapkan terima kasih karena demo berjalan kondusif.
"Saya mewakili Polresta Bandar Lampung dan semua yang melakukan pelayanan pengamanan unjuk rasa pada hari ini mengucapkan banyak terima kasih kepada adik-adik sekalian," tutur Alfret.
"Hari ini berlangsung kondusif. Tadi teman-teman sudah menyampaikan beberapa aspirasinya," terusnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Dominius Desmantri Barus)
| Bekas Cakaran di Pohon Jengkol, Warga di Tanggamus Lampung Waspadai Hewan Buas Beruang |
|
|---|
| Gubernur Lampung Minta Warga Jujur Saat Didatangi Petugas Sensus Ekonomi |
|
|---|
| Peringati HUT ke-26, PWP Gandeng PGE Ulubelu Berdayakan 25 Warga Disabilitas |
|
|---|
| Lampung Jadi Jalur Paling Rawan Peredaran Satwa Liar Ilegal |
|
|---|
| KONI Lampung Targetkan Medali Emas Cabang Olahraga Basket pada PON 2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Aksi-Mahasiswa-di-DPRD-Lampung-65.jpg)