Berita Lampung

Alasan Kepala Sekolah di Lampung Usul Menu MBG selama Ramadan Diubah

Alasan itu disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bandar Lampung Hendri Irawan setelah melakukan evaluasi.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidik
MBG – (Ilustrasi) Alasan para kepala sekolah di Lampung usul menu MBG selama Ramadan diubah demi optimalisasi program. 

Ringkasan Berita:
  • Alasan para kepala sekolah di Lampung usul supaya menu paket MBG diubah.
  • Alasan itu disampaikan Ketua MKKS Bandar Lampung Hendri Irawan setelah melakukan evaluasi.
  • Hasil evaluasi tersebut sebagai masukan untuk optimalisasi program MBG.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap alasan para kepala sekolah di Bandar Lampung usul supaya menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pola distribusi selama bulan Ramadan diubah.

Alasan itu disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bandar Lampung Hendri Irawan setelah melakukan evaluasi.

Hasil evaluasi, menurut dia, sebagai masukan demi optimalisasi program MBG.

Hendri menilai, secara umum paket MBG Ramadan telah diterima dan didistribusikan kepada para siswa.

"Selama Ramadan paket MBG sudah kami terima dan sudah kami distribusikan ke siswa. Alhamdulillah sejauh ini berjalan baik," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: MKKS Bandar Lampung Usul Perbaikan Menu dan Distribusi MBG selama Ramadan

Meski demikian, ia mengusulkan supaya pihak yang berwenang memperhatikan variasi menu agar bisa dinikmati seluruh siswa.

Ia mencontohkan lauk yang dapat diolah kembali oleh orang tua siswa di rumah. Seperti ayam ungkep.

"Ke depan alangkah baiknya jika menu lebih bervariasi dengan lauk pauk yang bisa dinikmati siswa. Misalnya ayam ungkep yang bisa digoreng kembali di rumah," ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti distribusi roti tanpa merek yang jelas, serta tanpa keterangan masa berlaku.

Menurutnya, aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program MBG.

"Kami berharap tidak ada lagi roti tanpa merek yang jelas dan tanpa informasi masa berlaku. Ini penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan siswa," ujarnya.

Hendri juga menyarankan agar makanan yang didistribusikan tidak termasuk kategori yang cepat basi, mengingat kondisi cuaca dan potensi keterlambatan konsumsi oleh siswa.

Tak hanya soal menu, ia turut menyinggung persoalan ketepatan waktu pengantaran paket MBG ke sekolah.

Menurutnya, keterlambatan distribusi kerap mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Untuk pengantaran MBG ke sekolah kami berharap tidak selalu terlambat karena dapat mengganggu proses KBM," katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved