Tribun Tanggamus

Penanganan Karhutla di Tanggamus dan Pringsewu Libatkan Banyak Pihak, Termasuk Masyarakat

Penanganan Karhutla di Tanggamus dan Pringsewu Libatkan Banyak Pihak, Termasuk Masyarakat

Penanganan Karhutla di Tanggamus dan Pringsewu Libatkan Banyak Pihak, Termasuk Masyarakat
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Penanganan Karhutla di Tanggamus dan Pringsewu Libatkan Banyak Pihak, Termasuk Masyarakat 

"Kami imbau masyarakat tidak membakar saat membersihkan lahan atau membuka lahan karena dikhawatirkan api bisa merambat dan timbul karhutla," kata Bunyamin.

Menurut Sekretaris BPBD Tanggamus Maryani, terkait karhutla, pihaknya selalu menerima laporan adanya titik panas (hotspot) dari BMKG Lampung.

"Dari laporan itu kami langsung koordinasikan ke camat setempat adanya karhutla untuk melakukan penanganan supaya tidak meluas," terang Maryani.

Ia membenarkan selama kemarau ini diketahui 12 hotspot, namun hilang timbul dan tidak semuanya kebakaran, bisa berupa asap saja. Seluruh karhutla pun bisa ditangani sekali tindakan.

Selanjutnya Kodim 0424 Tanggamus mulai menyebar dan memasang spanduk cegah karhutla.

Menurut Dandim 0424 Tanggamus Letkol Arh Anang Hasto Utomo, telah memerintahkan seluruh Babinsa, Koramil dan Posramil Kodim untuk pasang spanduk stop karhutla di tiap pekon dan di titik lahan rawan akan kebakaran.

Petani Tanggamus Rajai Lelang Kopi Robusta Lampung, Tertinggi Dihargai Rp 150 Ribu per Kg

Orang Gila Mengamuk di Tanggamus, Warga Lagi Beli Bensin Diterjang Busur Panah

"Kami mulai memasang dua spanduk di tiap pekon di seluruh Tanggamus dan Pringsewu. Lokasinya berada di kantor desa dan jalan menuju lahan perkebunan warga," kata Anang.

Selama ini pun personil TNI melaksanakan patroli tiap hari sebab ini sudah penanganan serius. Di dalamnya mengimbau masyarakat serta sosialisasi bersama seluruh perangkat desa dan masyarakat tentang karhutla.

"Setiap hari Babinsa melakukan patroli sekaligus menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Dan di koramil diadakan sosialisasi dengan perangkat pekon untuk cegah kebakaran," kata Anang. (tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved