Mahasiswa FISIP Unila Meninggal

BREAKING NEWS - 17 Tersangka Didampingi 3 Kuasa Hukum dalam Kasus Kematian Mahasiswa FISIP Unila

BREAKING NEWS - 17 Tersangka Didampingi 3 Kuasa Hukum dalam Kasus Kematian Mahasiswa FISIP Unila.

BREAKING NEWS - 17 Tersangka Didampingi 3 Kuasa Hukum dalam Kasus Kematian Mahasiswa FISIP Unila
Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Ilustrasi Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro. BREAKING NEWS - 17 Tersangka Didampingi 3 Kuasa Hukum dalam Kasus Kematian Mahasiswa FISIP Unila. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Ke-17 orang panitia Diksar UKM Cakrawala yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kematian Aga Trias Tahta (19), didampingi oleh 3 kuasa hukum.

Aga Trias Tahta, merupakan mahasiswa FISIP Unila yang meninggal saat Diksar UKM Cakrawala pada Minggu 29 September 2019 lalu.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, dalam perkara tersebut ke-17 tersangka didampingi oleh tiga kuasa hukum.

Sebanyak 16 tersangka, kata Popon Ardianto Sunggoro, didampingi dua kuasa hukum dari Kantor Yudi Yusnandi dan rekan.

Sedangkan satu pengacara, imbuh Popon Ardianto Sunggoro, khusus mendampingi satu tersangka berinisial B.

Popon memastikan, latar belakang ke-17 mahasiswa yang menjadi tersangka tersebut berasal dari kalangan masyarakat biasa.

BREAKING NEWS - Ini Inisial Nama 17 Tersangka Kasus Kematian Mahasiswa FISIP Unila

BREAKING NEWS - Polres Pesawaran Resmi Tahan 17 Tersangka Kasus Kematian Mahasiswa FISIP Unila

"Tidak ada yang berasal dari pejabat universitas maupun luar universitas," jelas Popon Ardianto Sunggoro.

Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan, dua dari 17 tersangka tersebut dikenakan Pasal 359 dan atau 360 KUHP atas kelalaian yang akibatkan meninggalnya seseorang, terancam hukuman penjara maksimal lima tahun.

"Kedua tersangka yang dimaksud adalah ketua umum dan wakil ketua umum," papar Popon Ardianto Sunggoro.

Sedangkan untuk 15 tersangka lainnya, lanjut Popon Ardianto Sunggoro, dikenakan pasal 170 dan atau 351 KUHP tentang melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia, terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved